2 bersaudara pengikut ISIS
Sepasang anak kembar telah menikam ibunya sendiri dengan pisau hingga meninggal dunia. Peristiwa itu terjadi di rumah mereka di daerah Al-Hamra, Riyadh, ungkap Kementerian Dalam Negeri Saudi, Jum'at pekan lalu.

Kedua tersangka yang baru berumur 20-an itu juga menyerang ayah dan saudaranya yang lain sebelum melarikan diri dengan merampas mobil milik seorang warga lain. Kejadian berlangsung pada malam Ramadhan setelah shalat Tarawih.

"Pihak keamanan menerima laporan pada pukul 01:12 (dini hari) hari Jum'at, terkait sebuah kejahatan sangat keji yang dilakukan oleh Khalid dan Saleh al-Araini. Kedua kembar itu menikam ibunya, 67 tahun, ayahnya, 73 tahun, dan saudaranya Sulaiman, 22 tahun, di rumah mereka", jelas kementerian Saudi.

Penyelidikan mengungkapkan bahwa keduanya mengajak sang ibu menuju gudang, lalu menikamnya beberapa kali.

Setelahnya, mereka menuju sang ayah dan menikamnya, dilanjut lagi dengan mengejar saudaranya dan menusuknya juga.

Keduanya menyerang menggunakan parang dan pisau tajam yang telah disiapkan dari luar. Sang ibu langsung meninggal bersimbah darah di tempat kejadian, sementara ayah dan saudaranya berada dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Mereka berdua kemudian dibekuk oleh polisi di daerah Delm, sekitar 100 km barat daya Riyadh. Dan dicurigai sedang berusaha kabur menuju Yaman.

Menurut keterangan Kementerian Dalam Negeri Saudi, kedua anak kembar ini adalah simpatisan ISIS.

Mereka juga mengisolasi diri dan terpengaruh ideologi sesat lewat isi komputernya. Beberapa muatan tulisan terkait ISIS ditemukan di kamar mereka.

Utsman al-Munai, seorang imam Masjid al-Muhaisan di daerah al-Hamra, mengatakan bahwa dua anak kembar yang diduga kuat telah menjadi pengikut (Khawarij) ISIS itu tidak pernah lagi tampak shalat berjama'ah di sana.

"Dua kembar yang dicurigai terkait ISIS ini terakhir kali datang ke masjid untuk shalat Jum'at adalah empat bulan lalu, setelahnya mereka tidak pernah shalat (berjama'ah) lagi", ujarnya menjelaskan, dikutip Gulfnews.

Menurut sang imam, kedua orang tua anak kembar tersebut dikenal sebagai orang-orang yang shalih. Ayahnya menjadi salah satu yang paling awal mendatangi masjid untuk berjama'ah. 

Ia menambahkan, pengikut ISIS sering menyasar Muslim yang taat karena menolak ideologi mereka (takfiri).

Dengan ideologi takfiri-Khawarij, para pengikut ISIS dimanapun tidak mau diimami oleh Muslim lain yang mereka anggap "murtad". (Gulfnews/Saudi Gazette/Arabnews/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.