Baitullah Ka'bah (foto),
Majelis Musyarawarah Arab Saudi, pada hari Selasa (7/5) mengecam keras rezim Iran atas upaya mereka terus mempolitisasi ibadah haji.

"Teheran sedang mencoba membawa ibadah agung ini keluar dari rambu agama dan mengubahnya menjadi sebuah alat untuk tujuan politiknya", kritik Dewan Syura dalam sebuah pernyataan, seperti yang dibacakan oleh Sekjen Muhammad al-Amr, dikutip Saudi Gazette dari kantor berita SPA.

"Politisasi Haji atau menggunakan (ibadah) untuk kepentingan hubungan internasional itu tidak bisa diterima oleh Arab Saudi, yang telah mengerahkan semua kemampuan untuk menjadi tuan rumah, yang melayani dan mengurus jama'ah, serta menjamin keamanan hingga keberangkatan mereka dari lokasinya", kata Syaikh Abdullah Alu Syaikh, presiden Dewan Syura, yang mengetuai sidang.

Dewan juga menyerukan agar rezim Teheran bertindak sebagaimana semestinya dan tidak menyalahgunakan haji untuk memanipulasi sentimen warga Iran (pada Saudi dan isu sektarianisme Syi'ah).

Dalam kesempatan itu, Dewan Syura Saudi juga memuji semua pihak, baik negara, parlemen dan organisasi-organisasi Islam lain yang mendukung Arab Saudi atas penolakan terhadap politisasi ibadah haji oleh rezim Syi'ah itu.

"Ini menunjukkan posisi Arab Saudi di bawah kepemimpinan Pelayan Dua Masjid Suci, Raja Salman, dan kebijakannya yang memungkinkan jama'ah untuk beribadah dengan kemudahan dan kenyamanan tanpa terganggu dampak gejolak politik dan hubungan internasional selama ibadah haji, rukun kelima Islam", lanjut pernyataan itu.

Dewan menekankan bahwa Kerajaan Arab Saudi telah memobilisasi semua sumber daya dan kemampuan untuk melayani jama'ah umat Islam, tanpa diskriminasi apapun.

Sebelumnya, setelah 2 kali pertemuan masalah haji, kedua pihak gagal mencapai kesepakatan.

Pihak Saudi menyatakan telah menerima permintaan Iran untuk pengurusan visa haji melalui kedutaan Swiss di Teheran, ditambah solusi-solusi lain di tengah pemutusan hubungan diplomatik.

Namun Riyadh menolak tuntutan dari Iran yang meminta jaminan keamanan khusus pada jama'ahnya (mayoritas penganut Syi'ah) karena dinilai tidak masuk akal, seperti jaminan untuk aksi demonstrasi.

Sebaliknya, Iran menuduh Saudi tidak bisa memberikan jaminan keamanan. Pihak Teheran juga mengungkit tragedi Mina tahun lalu yang menewaskan ratusan jama'ah Iran. Saudi dianggap tidak transparan atas penyelidikan kasus itu.

Pemerintah republik Syi'ah memutuskan tidak mengirimkan warganya untuk berhaji pada tahun ini. (Saudi Gazette/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.