Ilustrasi serangan bom
Korban meninggal dan luka akibat bom ISIS di Yaman bertambah. Sekitar tiga bom diledakkan ISIS menjelang buka puasa hari Senin di kota pelabuhan Mukalla, disebutkan telah membunuh puluhan orang yang kebanyakan tentara Yaman, termasuk satu korban anak-anak.

Menurut sumber pejabat Yaman kepada CNN, 42 orang terbunuh akibat tiga bom terkoordiasi yang diledakkan menyasar sistem keamanan pemerintah Yaman. Sementara sekitar 30 lainnya terluka.

Kelompok ultra ekstrimis ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Klaim dilakukan melalui saluran media mereka, Amaq. Ironisnya, bom bunuh diri ini meledak saat para tentara bersiap untuk berbuka puasa.

Bom diledakkan di tiga tempat berbeda. Peledakan pertama dilakukan oleh seseorang yang mengenakan rompi peledak. Ia melakukan aksi bom bunuh diri di sebuah checkpoint militer kota Mukalla.

Lalu disusul ledakan kedua yang berupa bom mobil di pusat intelijen militer. Ledakan ketiga berasal bom yang meledak tepat sebelum para tentara menikmati makanan mereka.

Mukalla merupakan kota penghubung yang penting di selatan dengan Aden. Sebelumnya kota ini menjadi miniatur negara yang relatif tenang dan sejahtera setelah dikontrol oleh al-Qaeda Yaman (AQAP).

Kota Mukalla dibangun AQAP saat mengontrol wilayah pesisir Laut Arab sepanjang 600 km. Namun pada April lalu, tentara Yaman dibantu koalisi Arab berhasil merebut Mukalla dari AQAP.

Ini bukan pertama kalinya ISIS "beraksi" di Yaman. Akhir Mei lalu mereka juga melakukan serangan bom bunuh diri di dekat Aden.

Aksi bom bunuh diri itu menewaskan sekitar 40 calon tentara. Serangan itu adalah yang terakhir diklaim ISIS, sebelum tiga bom terbaru menewaskan lebih dari 40 orang.

Kelompok AQAP dan militan ISIS berkembang di Yaman selama lebih dari setahun. Hal itu terjadi karena pemerintah Yaman fokus memerangi kelompok pemberontak Syi'ah Houthi yang berhasil merebut ibukota Sana'a.

Pihak keamanan Yaman menganggap masih ada overlap keanggotaan (simpatisan) antara ISIS dan AQAP, meskipun sebenarnya kedua kelompok yang benderanya sama tersebut adalah musuh ideologi dan saling bersaing dalam merekrut anggota.

“(Ancaman) Teroris masih ada di Mukalla dan kami melawannya setiap hari. Sejak kebebasan kota ini (dari AQAP), petugas keamanan telah menahan ratusan anggota al-Qaeda, membongkar rencana-rencana mereka, dan menemukan sekitar 20 mobil yang bisa diledakkan”, kata seorang petugas keamanan kepada Reuters.

Di Yaman, posisi AQAP sendiri cukup rumit bagi pemerintah. Kelompok ini memanfaatkan kedekatan hubungan dengan suku-suku Yaman dan berhasil membangun mini state yang diterima masyarakat.

Namun karena masuk dalam daftar teroris internasional, mustahil bagi pemerintah Yaman untuk mengakuinya sebagai sebuah kekuatan politik atau diajak berdialog.

AQAP menilai pemerintah Yaman adalah "antek Salibis AS" yang memerangi mereka sejak dulu.

Sementara ISIS sendiri telah mengkafirkan pemerintah Yaman, partai IM, banyak suku/kabilah, Arab Saudi kelompok Salafi yang tidak mengkafirkan pemerintah, orang yang ikut pemilu dan al-Qaeda Yaman. (CNN Indonesia/Reuters/CNN/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.