Lokasi serangan bom bunuh diri (foto Reuters),
Tiga teroris melepaskan tembakan sebelum meledakkan bom bunuh diri di pintu masuk bandara internasional Istanbul, Selasa malam.

Angka sementara menyebutkan jumlah korban meninggal telah mencapai 28 orang.

Polisi melepaskan tembakan untuk menghentikan dua teroris sebelum mencapai sebuah pos pemeriksaan keamanan di ruang kedatangan bandara Ataturk, tetapi keduanya segera meledakkan bom bunuh dirinya, jelas seorang pejabat Turki.

Gubernur Istanbul Vasip Sahin, kepada wartawan mengatakan bahwa 28 orang tewas dan sekitar 60 lainnya terluka.

"Menurut laporan awal, setidaknya 28 orang terbunuh oleh tiga pembom bunuh diri dalam serangan itu", kata Sahin.

Beberapa saksi melaporkan ada dua ledakan, tapi menurut Sahin, pihak berwenang meyakini kemungkinan ada tiga pelaku bom bunuh diri.

Jumlah korban masih belum pasti dan variatif menurut berbagai sumber. Pejabat-pejabat lain menyatakan jika jumlah korban tewas telah mencapai 32 orang dan sekitar 50 orang. Dengan lebih dari 100 terluka.

"Ada ledakan besar, sangat keras. Bagian langit-langit berjatuhan. Di dalam bandara menjadi mengerikan, anda tidak bisa mempercayainya, kerusakan yang besar", kata Ali Tekin, saksi mata yang berada di ruang tunggu kedatangan saat serangan terjadi.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan terbaru ini, menyusul serangkaian bom bunuh diri tahun ini yang mengguncang Republik Turki.

Namun, kantor berita Dogan mengutip dari sumber-sumber kepolisian, menyebut bahwa indikasi awal serangan kali ini mengarah pada kelompok ultra ekstrimis ISIS.

Seorang pejabat Turki mengatakan masih terlalu dini untuk menyebut siapa pelakunya.

Serangan ini dinilai memiliki beberapa kesamaan pola dengan aksi-aksi bom bunuh diri teroris ISIS yang menyasar fasilitas umum penuh keramaian. Seperti serangan ke Belgia beberapa waktu lalu.

Menteri Kehakiman Turki, Bekir Bozdag, mengatakan bahwa menurut informasi awal salah satu teroris lebih dulu melepaskan tembakan dengan senapan otomatis.

"Menurut informasi yang saya terima, di pintu masuk terminal Bandara internasional Ataturk, teroris pertama melepaskan tembakan dengan Kalashnikov dan kemudian meledakkan dirinya sendiri", kata Bozdag disiarkan CNN Turk, dikutip Reuters.

Ataturk adalah bandara terbesar di Turki dan menjadi pusat transportasi utama bagi wisatawan internasional.

Gambar yang diposting di media sosial menunjukkan korban luka tergeletak di lantai bagian dalam maupun luar salah satu bangunan terminal.

Kepala Bulan Sabit Merah, Kerem Kinik, meminta warga segera mendatangi pusat-pusat donor darah atau rumah sakit untuk menyumbangkan darahnya.

Ia juga menyarankan agar mereka menghindari jalan utama ke bandara untuk menghindari terjebak penutupan jalan.

Akibat serangan teroris ini, penerbangan bandara lumpuh total. Otoritas setempat menghentikan semua aktivitas.

Turki mengalami serentetan serangan teroris sejak awal tahun ini, termasuk dua serangan bunuh diri di kawasan wisata Istanbul yang dipersalahkan pada ISIS, serta dua bom mobil di ibukota Ankara, yang diklaim oleh kelompok militan TAK-PKK, Kurdi.

Terdapat perbedaan pola antara serangan bunuh diri ISIS dengan PKK. ISIS lebih mengincar kantong-kantong warga asing di tempat umum kota. (Reuters/Anadolu Agency/Sidney Morning/BBC)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.