Kurusuhan Syi'ah di Bahrain (foto AFP),
Pengadilan kriminal Bahrain menjebloskan 8 orang Syi'ah ke dalam penjara sebagai hukuman atas dakwaan bahwa mereka adalah teroris dan mata-mata bagi Republik Syi'ah Iran.

6 terpidana telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, sementara dua lainnya haru tinggal di balik jeruji besi selama 15 tahun, dalam persidangan sebelumnya.

Kewarganegaraan Bahrain yang mereka miliki juga dinyatakan dicabut.

Kedelapan orang Syi'ah tersebut bersalah telah "bergabung dalam kelompok teroris, memiliki senjata, amunisi dan bahan peledak".

Sumber pengadilan mengungkap adanya pelatihan terkait penggunaan benda-benda mematikan itu.

Selama beberapa pekan terakhir, pemerintah Bahrain yang dipegang keluarga kerajaan penganut Muslim Sunni telah melakukan tindakan keras dan intensif terhadap para tokoh maupun kelompok penentang Syi'ah.

Manama berulang kali menuduh Iran memprovokasi terjadinya kerusuhan tanpa henti oleh komunitas Syi'ah sejak pasukan keamanan menghancurkan aksi protes anti pemerintah pada tahun 2011.

Banyak warga Syi'ah yang dijebloskan ke penjara karena dituduh terlibat dalam kerusuhan.

Kelompok HAM menyebut pihak berwenang telah mencabut sekitar 261 kewarganegaraan Bahrain sejak tahun 2012. Termasuk ulama top Syi'ah negeri itu, Ayatollah Isa Qassim, 2 pekan lalu karena dianggap memicu kebencian sektarian.

Menurut aktivis, mereka yang dicabut kewarganegaraannya biasanya diberikan paspor dengan masa kadaluarsa satu tahun dan suatu tiket ke negara lain.

Seorang aktivis HAM penganut Syi'ah, Nabil Rajab, juga dikembalikan ke penjara setelah sebelumnya dirwat karena masalah kesehatan. (Press TV/The National)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.