Pemimpin al-Qaeda Dr. Ayman Zawahiri
Pemimpin al-Qaeda, Dr. Ayman al-Zawahri, dalam rekaman audio menyatakan baiat kepada pemimpin baru Taliban Afghanistan, Mullah Haibatullah Akhundzada, yang baru saja diangkat bulan lalu menggantikan pemimpin sebelumnya yang dibunuh oleh serangan drone Amerika Serikat (AS).

"Sebagai pemimpin tandzim jihad al-Qaeda, saya memperbarui baiat saya lagi, (seperti) pendekatan yang juga dilakukan syaikh Osama, yakni mengajak umat Muslim untuk mendukung Imarah Islam (Taliban)", kata al-Zawahri dalam rekaman audionya, seperti dikutip Reuters.

Keaslian rekaman audio itu belum dapat dipastikan kebenarannya secara independen. 

Ayman Zawahri mulai memimpin kelompok jihadis anti Barat tersebut menggantikan sang pendiri, Osama bin Laden yang terbunuh oleh serangan Navy Seals AS di Pakistan pada 2011.

Zawahri kini diduga bersembunyi di wilayah perbatasan Pakistan-Afghanistan, dan telah berbasis di sana sejak akhir 1990-an, saat peleburan kelompok "jihadis" Mesir pimpinannya dengan al-Qaeda.

Ia adalah seorang dokter asal Mesir yang kemudian aktif dalam aktivitas militan dan menjadi jihadis.

Di bawah kepemimpinannya, al-Qaeda mengalami beberapa reformasi, seperti upaya kelompok itu dalam "mengambil hati" masyarakat dan mengurangi serangan pada pemerintah sebuah negeri Islam aman.

Al-Qaeda juga terpecah dari bagian ideologi paling ekstrim, yaitu takfiri yang terpolarisasi pada sempalannya, ISIS (sebelumnya adalah anak al-Qaeda di Irak).

Selama masa kekuasaannya sejak 1996-2001, Taliban mendirikan Imarah Islam di Afghanistan, al-Qaeda menjadi organisasi yang mendukung kekuasaan politik Taliban karena dinilai merepresentasikan tujuan penerapan syariat Islam ketat.

Mullah Haibatullah yang merupakan pemimpin baru Taliban adalah seorang ahli hukum Islam yang menjadi salah satu wakil mantan pemimpin Taliban sebelumnya, Mullah Akhtar Mansour.

Ia ditunjuk sebagai pemimpin hanya beberapa hari setelah kematian Mullah Mansour oleh serangan drone AS di daerah perbatasan yang terpencil di Pakistan-Afghanistan.

Beberapa bagian al-Qaeda maupun Taliban di Afghanistan juga ada yang memisahkan diri untuk berbaiat pada Abu Bakar al-Baghdadi, atau pemimpin ISIS.

Al-Qaeda didirikan oleh para kombatan Arab yang ke Afghanistan untuk memerangi pasukan Soviet yang menduduki negara ini pada 1980-an.

Kelompok jihadis ini berkembang di bawah pemerintahan Taliban sebelum keduanya harus beroperasi secara tersembunyi setelah AS meluncurkan invasi militer ke Afghanistan sejak serangan 9/11 pada 2001 lalu.

Sebelum terpisah dari ISIS, al-Qaeda adalah organisasi yang mewadahi kaum takfiri di seluruh dunia, serta bertanggung jawab atas serangan-serangan mematikan ke target Barat maupun pemerintahan negeri Islam yang dianggap sebagai "Thaghut" dan "antek AS". (Reuters/CNN Indonesia/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.