Brigadir Jenderal Ahmad Asseri
Jika PBB mengumumkan kegagalan pembicaraan damai di Kuwait yang bertujuan mengakhiri perang, maka pemerintah sah Yaman yang diakui internasional akan melancarkan operasi militer ke ibukota Sana'a.

Hal itu disampaikan oleh pihak koalisi pimpinan Arab Saudi, yang selama setahun belakangan membantu pemerintah sah dari pemberontak Syi'ah Houthi.

Juru bicara koalisi Arab, Brigadir Jenderal Ahmed Asseri, juga menyebut bahwa kehadiran pasukan koalisi di Yaman adalah untuk melindungi orang-orang Yaman, bukan invasi atau untuk mengambil sumber daya.

Menurutnya, koalisi menggunakan rudal presisi tinggi dalam menyasar target sehingga menghindari korban sipil warga sipil.

Perundingan damai Kuwait yang difasilitasi PBB antara pemerintah Yaman dengan pemberontak Houthi yang didukung Iran berlangsung alot dan belum menemui titik temu jelas dari kedua pihak.

Setelah macet dua hari, kedua delegasi kembali melakukan pembicaraan tatap muka pada hari Senin (9/5).

Pemerintah Yaman menuntut para pemberontak melucuti senjatanya serta menyerahkan kota-kota yang diduduki secara sepihak, sebelum memulai proses apapun.

Sementara itu, sebuah serangan bunuh diri membunuh sedikitnya delapan orang dan melukai 17 lainnya, termasuk seorang komandan senior. Menyasar konvoi militer pemerintah di Yaman timur, Rabu.

Pelaku menabrakkan sebuah mobil yang dipenuhi bom ke sebuah konvoi tersebut. Menurut pejabat setempat 8 korban tewas terdiri dari 6 tentara dan 2 warga sipil.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, namun al-Qaeda maupun ISIS Yaman telah berulang kali melakukan serangan terhadap militer. (Arabnews)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.