Anak pengungsi di Turki (foto),
Menjelang KTT Kemanusiaan Dunia di Istanbul, juru bicara kepresidenan Turki menekankan komitmen negaranya untuk menangani pengungsi Suriah.

Turki akan melanjutkan kebijakan "pintu terbuka" bagi pengungsi Suriah, meski saat ini telah menjadi penampung terbesar mereka dibandingkan negara-negara lain di dunia.

Kepada wartawan di Istanbul pada Jumat kemarin, juru bicara kepresidenan Ibrahim Kalin mengatakan bahwa "Mayoritas beban telah ditanggung oleh Turki".

"Ada beberapa kendala keuangan dan politik, tapi di luar kendala itu, ketika pengungsi Suriah datang, Turki memiliki kebijakan untuk membuka pintu", katanya.

"(Seperti) apapun bantuan keuangannya, kami akan terus mengurus pengungsi di negara kami", tegas Kalin, merujuk pada janji Uni Eropa yang akan memberi bantuan finansial dalam memenuhi kebutuhan pengungsi Suriah di Turki.

KTT Kemanusiaan Dunia pada hari Senin dan Selasa itu akan dihadiri oleh 125 dari 193 negara anggota PBB, sekitar 50 kepala pemerintahan akan memberikan beberapan komitmen dalam mengurangi masalah kemanusiaan.

Diantaranya adalah upaya mencegah maupun mengakhiri konflik yang ada, menghormati hukum perang, mengatasi pengusiran paksa, kesetaraan gender, masalah perubahan iklim, menyelesaikan kebutuhan bantuan, dan investasi untuk kepentingan kemanusiaan.

Turki menjadi penampung bagi sekitar 3 juta pengungsi Suriah, dan telah menghabiskan hampir USD 10 miliar (Rp 135 triliun) dalam mengurus mereka sejak awal krisis Suriah. (Anadolu Agency)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.