Situasi perang Aleppo, April 2016, Oposisi-Kurdi-ISIS-Rezim (foto),
Lembaga medis dan kemanusiaan Indonesia yang beroperasi di wilayah konflik Suriah, MMS atau Misi Medis Suriah, melaporkan bahwa tim medisnya baru saja kembali dari wilayah Aleppo.

Tim medis yang diketuai oleh dr. Abu Mushab telah lebih dulu bergerak ke Aleppo, dimulai sejak hari Jum'at (6/5) lalu.

Tim awal tersebut membawa bantuan medis dan obat-obatan untuk disalurkan langsung. Dimana wilayah kota Aleppo dan sekitarnya sempat menjadi "daerah paling berbahaya di muka bumi selama lebih dari 2 pekan", akibat pengeboman rezim Assad dan pertempuran sengit.

Dokter ahli penyakit kronis asli Suriah tersebut bekerja mengabdi bagi Islam dan rakyat Suriah, sehari-hari aktivitas profesional Abu Mushab digunakan untuk memberi pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat, di wilayah Latakia dan Idlib.

Menurut keterangan relawan Indonesia untuk MMS Abu Aisyah, selain sebagai dokter dan pejuang kemanusiaan, Abu Mushab dikenal sebagai sosok yang shalih dan Islamis.

"Beliau orang hebat sangat peduli terhadap umat dan orang lemah. Mengorbankan harta dan kehidupan beliau untuk menolong umat. Selain sebagai dokter, beliau juga memiliki ilmu agama dan juga berdakwah. Hebatnya, beliau bisa berbahasa inggris dan hebrew (bahasa orang Yahudi)", jelas Abu Aisyah, tentang rekan sejawatnya dalam bidang kemanusiaan di medan perang itu.

"Sebelum Almarhum ayahnya wafat, sempat memberi pesan kepada beliau: 'Nak bapak ingin kamu menjadi (bagian dari) pembebas Al-Quds (Masjidil Aqsa)'. MasyaAllah!", lanjut Abu Aisyah.


Penyaluran bantuan MMS untuk Aleppo selanjutnya akan diikuti oleh Abu Aisyah sendiri. Mereka telah mengontak beberapa kenalan terpercaya di Aleppo dan akan mengadakan rapat untuk membahas situasi.

Tim Abu Aisyah ditargetkan oleh MMS akan berada di Aleppo sekitar satu minggu, atau tergantung keadaan maupun hasil survei di TKP.

MMS telah mengalokasikan sekitar USD 5 ribu untuk bantuan awal ke Aleppo.

Perjalanan dari kantor pusat MMS di Latakia hingga kawasan metro Aleppo, jika lancar diperkirakan akan memakan waktu selama 6 jam.

MMS sendiri pernah menempatkan langsung dokter asli Indonesia di kawasan metro Aleppo dan sekitarnya, pada awal 2014 lalu.

Kala itu dr. Henri Perwira Negara bertugas beberapa bulan di wilayah kota yang nyaris hancur lebur itu.

Kronologi krisis Aleppo 2016
Krisis Aleppo telah diprediksi akan terjadi ketika pada awal April 2016, rezim Assad mengumumkan keinginan melakukan operasi militer ke sana, saat perundingan Jenewa masih berlangsung. (Rezim umumkan operasi bersama Rusia untuk rebut Aleppo)

Rezim Assad secara sepihak mengeluarkan wilayah Aleppo dari bagian gencatan senjata.

Kota Aleppo timur dan wilayah sekitar yang dikuasai oposisi kemudian mulai digempur oleh serangan udara dan helikopter sejak tanggal 21 April 2016.

Pada Rabu malam tanggal 27 April, sebuah rumah sakit lapangan yang dikelola MSF hancur oleh serangan udara. Membunuh lebih dari 50 orang, baik pasien maupun petugas medis, termasuk satu-satunya dokter anak tersisa di sana.

Menurut saksi mata, selain serangan udara oleh pesawat, di lokasi kejadian juga ada helikopter yang menyerang dengan bom Birmil/barrel. Dugaan kuat mengarah pada rezim Assad yang bertanggung jawab atas serangan ke rumah sakit, walau rezim membantahnya.

Hari Jum'at (29/4), pemuka agama Islam setempat mengeluarkan fatwa dibatalkannya seluruh kegiatan shalat Jum'at di wilayah oposisi, untuk menghindari jatuhnya korban sipil akibat serangan udara rezim.

Dari 2 sisi kota, total sekitar 300 warga sipil tewas dalam 2 pekan krisis itu, sebagian besar terbunuh akibat serangan udara.

Amerika Serikat dan Federasi Rusia kemudian sepakat untuk menginisiasi diadakannya gencatan senjata di kota Aleppo dan sekitarnya, terhitung sejak Kamis (5/5) dini hari.

Kesepakatan rapuh itu masih berlangsung hingga saat ini. (MMS/Reuters/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

1 comments so far,Add yours

  1. Alhamdulillah semoga saudara kami dari Indonesi yang datang ke Suriah demi mengulurkan bantuan
    kemanusiaan selalu dilindungi oleh Allah

    ReplyDelete

Note: only a member of this blog may post a comment.