Ilustrasi pendukung Assad (foto),
Kelompok teroris Hezbollah dilaporkan telah mengeksekusi mati tiga warga kota Syi'ah terkepung Kafraya, provinsi Idlib, pada Senin pagi waktu setempat.

Hal itu terjadi menyusul protes atas ketidakadilan dalam pemilihan nama-nama korban luka yang akan dievakuasi sebagai pertukaran dengan warga Muslim dari kota Zabadani, melalui suatu kesepakatan antara Iran dan Jaisyul Fath.

Sebuah sumber media pro oposisi, Orient-news, mengatakan bahwa militan Hezbollah telah mempersiapkan daftar nama terpilih untuk evakuasi, namun tiga orang menolak nama-nama yang dipilih.

Mereka mengklaim jika nama-nama itu dipilih karena memiliki hubungan erat dengan Hezbollah, serta mengabaikan warga lainnya yang terluka.

Tiga orang yang menolak daftar menuntut dimasukkannya anggota keluarga mereka yang terluka ke dalam daftar pertukaran evakuasi.

Menurut sumber tersebut, setelah perselisihan sengit antara kedua pihak, teroris Hezbollah mengeksekusi mati ketiganya di depan warga kota.

Sementara koran Watan yang berafiliasi dengan rezim Assad juga mengkonfirmasi adanya korban tewas dan luka-luka di kalangan warga sipil Syi'ah kota Kafraya akibat bentrokan.

Bentrokan terjadi antara beberapa warga dan panitia yang melakukan pemilihan nama penduduk terluka untuk dievakuasi keluar dari dua kota dari Kafraya dan Fu'ah yang terkepung.

Penyebabnya adalah ketidaksepakatan siapa yang layak diprioritaskan untuk evakuasi pertukaran itu.

Namun koran itu tidak menyebutkan keterlibatan Hezbollah dalam proses pemilihan nama, dan menyalahkan panitia yang disuap untuk menentukan siapa yang masuk daftar.

"Ada orang-orang dalam kondisi kesehatan memprihatinkan dan sangat membutuhkan evakuasi, namun mereka diabaikan karena tidak mampu membayar suap", kata koran Watan.

"Bagian terakhir telah dievakuasi keluar dari kota dan karena kecurangan panitia dalam memilih daftar nama, beberapa orang yang membutuhkan perawatan medis di luar kota, bentrok dengan panitia dan menyebabkan 3 warga sipil tewas", jelas koran itu.

2 kota Syi'ah di Idlib, Fu'ah dan Kafraya mulai terkepung sejak tahun lalu setelah kemenangan gemilang Jaisyul Fath di provinsi Idlib.

Kedua kota menjadi daya tawar pihak oposisi untuk berbagai kesepakatan pertukaran dengan rezim Assad yang mengepung berbagai kota Sunni. (Orient-news/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.