Adel al-Jubeir bersama Menlu Inggris, Philip Hammond (foto),
Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, menuduh Republik Syi'ah Iran telah mencampuri urusan dalam negeri Irak sehingga menyebabkan kekacauan panjang di negeri itu akibat kebencian sektarian.

"Masalah di Irak adalah konflik agama yang disebabkan oleh gangguan Iran", kata al-Jubeir dalam konferensi pers setelah pertemuan menteri luar negeri Dewan Kerjasama Teluk (GCC) dan Menlu Inggris, Philip Hammond.

"Tidak dapat diterima bahwa Iran berada di Irak, mengirim militan Syi'ah untuk merekrut orang, sehingga menyebabkan kebencian sektarian", tambahnya.

Iran sendiri mengaku bahwa kehadirannya di Irak dan Suriah adalah dengan undangan pemerintah setempat.

Pekan lalu, seorang Jenderal Garda Revolusi Iran, Qasim Sulaimani, didapati tengah mengunjungi Irak untuk mengkoordinasi milisi Syi'ah Irak dalam operasi ke kota-kota Sunni yang diduduki oleh teroris ISIS.

Sementara Philip Hammond tidak memungkiri adanya gangguan Iran terhadap urusan internal negara-negara di kawasan itu.

Iran disebut telah menciptakan permusuhan di Irak karena mendukung milisi Syi'ah. Permusuhan sektarian di Irak juga memicu berkembangnya kelompok ekstrimis.

Arab Saudi pun menganggap kelompok teroris Syi'ah Hezbollah di Lebanon adalah antek Iran, dalam membajak negara Lebanon dan melayani kepentingan republik Syi'ah tersebut.

Sejak 2012, teroris Hezbollah telah mengirim milisinya ke Suriah dalam mendukung rezim Assad, seperti halnya Iran yang merekrut pemeluk Syi'ah dari berbagai negara yang diekspor ke Suriah untuk melawan oposisi Suriah.

Sebaliknya, Arab Saudi mendukung revolusi Suriah yang digelorakan oleh kaum mayoritas, Muslim Sunni, untuk menggulingkan pemerintahan dinasti keluarga Assad.

Kekuatan-kekuatan Syi'ah juga menjadi pendukung pemberontak Syi'ah Houthi melawan pemerintah Yaman yang didukung Saudi dan negara-negara Sunni lainnya.

Al-Jubeir juga mengkritik Teheran atas gagalnya warga Iran berhaji pada tahun ini. Ia menyebut pemerintah Iran bertanggung jawab atas hal itu.

"Iran bertanggung jawab telah menghalangi warganya pergi haji pada tahun ini. Arab Saudi ingin setiap Muslim, termasuk warga Iran, datang ke negeri kami untuk berhaji", kata al-Jubeir.

Al-Jubeir menyebut bahwa delegasi Iran tidak menandatangani perjanjian yang membuat warganya bisa haji, meskipun pihak Saudi telah menyanggupi sebagian besar tuntutan mereka.

Pihak Iran menuduh Saudi telah menghalangi warganya berhaji dan tidak bisa menjamin keamanan jama'ah. (Anadolu Agency/Arabnews/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.