PERNYATAAN SIKAP PP. PERSIS ATAS TRAGEDI PEMBANTAIAN WARGA SIPIL ALEPPO

Bismillahirrahmanirrahim

Tragedi kemanusiaan yang amat memilukan kembali terjadi di Suriah beberapa hari terakhir ini. Pembantaian masal terhadap penduduk Aleppo oleh Rezim Basyar Assad dan Rusia terjadi di tengah berlangsungnya upaya perundingan damai dan gencatan senjata yang diupayakan PBB dan dihadapan mata seluruh penghuni bumi yang terdiam.

Melihat kondisi demikian itu, Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PERSIS) menyampaikan pernyataan sikap:

  1. Empati dan duka cita yang mendalam atas apa yang menimpa umat Islam Aleppo. Semoga Allah membalas segala penderitaan dan pengorbanan mereka dengan balasan sebagai para syuhada, dan semoga Allah menghukum rezim Basyar Assad serta para sekutunya dari Rusia mapun Iran dengan kehancuran dan kehinaan dunia dan akhirat.
  2. Menuntut PBB bersikap tegas dan keras memberlakukan sanksi hukuman sebagai penjahat perang terhadap rezim Basar Assad yang dengan nyata telah melakukan pembunuhan masal terhadap masyarakat sipil Aleppo, pemboman rumah sakit, pemukiman, dan fasilitas sipil lainnya, di tengah pembicaraan gencatan senjata.
  3. Mendesak Pimpinan Organisasi Konferensi Islam dan seluruh anggotanya agar mengambil segala sikap tegas dan nyata yang memungkinkan menghentikan kebiadaban rezim Assad dan memberi bantuan militer maupun logistik bagi perlindungan masyarakat sipil.
  4. Mendesak Pemerintah Indonesia mengambil langkah-langkah konkrit dan memberi kontribusi real menghentikan tragedi kemanusiaan yang menimpa rakyat Aleppo.
  5. Menyerukan seluruh lembaga kemanusiaan dunia, ormas-ormas Islam dan komponen umat Islam Indonesia untuk bersatu padu melakukan pembelaan dan bantuan kemanusiaan bagi korban perang Aleppo dan Suriah pada umumnya dengan segala hal yang mungkin dapat dilakukan.

Bandung, 3 Mei 2016

Dr. Jeje Zaenudin

Wakil Ketua Umum
(Anti Liberal News)

Note:

Sejak tanggal 21 April 2015 rezim Assad Suriah telah melancarkan serangan udara besar-besaran ke kota Aleppo yang dikuasai oposisi.

Meskipun dunia internasional mendesak pengetatan gencatan senjata dan kembali memaksimalkan perundingan politik Jenewa, Assad telah mengumumkan bahwa Aleppo "tidak masuk dalam wilayah gencatan" secara sepihak, dan sejak April telah menyiapkan operasi besar-besaran untuk merebut seluruh kota.

Serangan udara militer rezim membuat kota Aleppo kembali membara. Sisi timur kota yang dikontrol pejuang Sunni, sebenarnya nyaris hancur lebur oleh pengeboman berat selama bertahun-tahun sebelumnya.

Pengamat menilai bahwa kemenangan di kota paling metropolis di Suriah ini akan menjadi simbol penting bagi Assad dan menjatuhkan moral tempur oposisi.

Serangan udara rezim menyasar target-target terlarang, seperti rumah sakit, pemukiman dan masjid-masjid, sehingga menimbulkan korban sipil secara massal. Membuat Assad dikecam keras oleh dunia internasional.

Alhasil, gencatan senjata gagal total di Aleppo, juga gagalnya fase perundingan Jenewa. Pertempuran pun pecah di sepanjang front, dimana kedua kubu ini sangat berdekatan.

Pertempuran ini juga berdampak di sisi barat kota yang dikuasai rezim, serangan oposisi dari garis pertempuran mengenai sisi barat. Rapatnya populasi kota dan intensnya jual beli serangan, juga membuat jatuhnya korban sipil di wilayah rezim. (rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.