Seorang anak menjadi korban
Kelompok perlawanan Palestina terhadap Israel, Hamas, mengutuk "pembantaian biadab" yang dilakukan oleh pesawat tempur rezim Basyar al-Assad ke kawasan pemukiman sipil Aleppo.

"Kami sangat mengutuk pembantaian yang terjadi di kota Aleppo, Suriah, dimana telah merenggut nyawa puluhan warga sipil dan melukai banyak lainnya", kecam Ezzat al-Resheq, anggota biro politik Hamas, melalui halaman Facebook-nya, seperti dikutip Palestinian Information Centre.

"Menyakitkan bagi kita untuk menyaksikan darah rakyat Suriah ditumpahkan tak henti-hentinya", tambahnya.

Juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, juga menyatakan kecaman Hamas terhadap serangan udara yang membunuh dan melukai warga sipil Aleppo secara massal.

"Hamas menyatakan rasa duka mendalam atas tertumpahnya darah terus-menerus yang dialami oleh penduduk Suriah yang kami cintai. Darah dan rasa sakit dari orang Aleppo adalah milik kami", kata Abu Zuhri.

Sejak tanggal 21 April, kota Aleppo yang dikuasai oposisi terus dihantam serangan udara berat oleh pesawat-pesawat tempur. Hal ini telah direncanakan rezim Assad.

Bahkan pada hari Jum'at (29/4), tidak ada satupun masjid Aleppo di wilayah oposisi yang menyelenggarakan shalat Jum'at, karena bombardir udara sejak pagi saat itu.

Beberapa ledakan mortar juga terjadi di sisi Aleppo yang dikuasai rezim Assad, namun tidak berarti apa-apa jika dibandingkan dengan dampak serangan udara. (PIC/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.