Partai sayap kanan 'Alternatif untuk Jerman' (AFD) telah menyiapkan program kontroversial partai itu yang menyerukan larangan bagi simbol-simbol Islam dan pembatasan praktik keagamaannya.

Mayoritas delegasi partai AFD yang terdiri 2.000 delegasi mendukung program setelah melalui pemungutan suara dan perdebatan di kongres nasional di kota Stuttgart barat.

Salah satu program berjudul "Islam bukan bagian dari Jerman" dan isinya mencakup berbagai usulan untuk melarang Islam di hadapan publik.

Diantaranya adalah tuntutan larangan menara masjid dan azan, mereka beralasan hal tersebut adalah gambaran tentang kekuatan Islam.

Juga seruan untuk melarang niqab dan burka di tempat umum, serta penggunaan jilbab di sekolah.

Program lain partai ini antara lain penolakan dalam keanggotaan Uni Eropa, menuntut reformasi Uni Eropa agar memberi peran yang lebih kuat bagi parlemen nasional, dan seruan anti imigran ilegal.

Survei terbaru menunjukkan AFD telah menjadi partai politik terbesar ketiga di Jerman tengah. Partai ini menyatakan kekhawatiran pada krisis pengungsi dan serangan ekstremis di Eropa.

AFD, yang didirikan tiga tahun lalu, telah memperoleh rekor dukungan dalam pemilihan regional pada bulan Maret, dengan jualan partai adalah sikap anti-imigrasi dan anti-Islam.

Jerman akan menggelar pemilihan umum tahun depan, negeri ini memiliki penduduk Muslim terbesar kedua di Eropa Barat.

Totak diperkirakan ada empat juta Muslim di Jerman, tiga juta Muslim Jerman adalah imigran yang berasal dari Turki. (Anadolu Agency)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.