Menlu Adel al-Jubeir
Arab Saudi memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa usulan UU, yang bisa membawa Saudi terseret atas bentuk tuduhan apapun dalam serangan 11 September 2001, akan mengikis kepercayaan investor global pada AS sendiri.

Menteri Luar Negeri Kerajaan, Adel al-Jubeir, membantah bahwa Arab Saudi telah "mengancam" untuk menarik investasi dari AS.

Hal itu disampaikannya kepada wartawan di Jenewa setelah bertemu Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, terkait masalah Suriah.

Sebelumnya, New York Times melaporkan bahwa Riyadh mengancam untuk menarik investasi hingga USD 750 miliar, jika Kongres AS meloloskan sebuah RUU yang akan mencabut kekebalan pemerintah asing dalam kasus hukum "serangan teroris di tanah Amerika yang membunuh warga AS".

"Kami mengatakan bahwa hukum seperti itu akan mengikis kepercayaan investor. Tapi kemudian ada yang menanggapi, 'Ya Tuhan Saudi mengancam kami', ini konyol", kata Jubeir.

"Kami tidak menggunakan kebijakan moneter, kebijakan energi atau kebijakan ekonomi untuk tujuan politik. Ketika kami berinvestasi, kami berinvestasi sebagai investor. Ketika kami menjual minyak, kami menjual minyak sebagai pedagang", jelasnya.

Al-Jubeir menekankan bahwa maksud Saudi adalah memberikan peringatan apa yang diakibatkan oleh hukum tersebut, bukan ancaman seperti kesimpulan media.

"Kami mengatakan bahwa hukum seperti ini akan menyebabkan kepercayaan investor menyusut. Bukan hanya berdampak untuk Arab Saudi, tetapi juga semua pihak", ujarnya.

Menurut New York Times, pemerintahan Obama telah melobi Kongres untuk menghapus bagian dimaksud dari RUU yang telah lolos di Komite Kehakiman Senat tersebut.

"Sebenarnya apa yang mereka lakukan adalah melucuti prinsip kekebalan yang akan membawa dunia hukum internasional ke dalam hukum rimba", kritik Jubeir pada isi RUU AS.

"Itu sebabnya pemerintah (Obama) menentang itu, dan juga setiap negara di dunia akan menentangnya", lanjutnya.

"Dan kemudian orang mengatakan bahwa 'Arab Saudi mengancam AS dengan cara menarik investasi kami'. Ini omong kosong", imbuhnya. (Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.