Ilustrasi kenampakan jet tempur rezim di udara Suriah (foto),
Pesawat tempur Suriah kembali menjatuhkan bom yamg menarget kawasan pinggiran Aleppo, jelas sebuah sumber kepada Al-Jazeera.

Serangan ini terjadi pada hari pertama gencatan senjata 48 jam di Aleppo, wilayah yang sebelumnya ditolak rezim Assad masuk dalam wilayah penghentian serangan.

Gencatan senjata yamg digagas Amerika Serikat (AS) dan Federasi Rusia mulai berlaku efektif pada Rabu tengah malam waktu Damaskus, dan seharusnya tidak hanya meliputi kawasan kota Aleppo tetapi juga berbagai distrik di sekitarnya.

Serangan udara rezim Suriah menghantam daerah Khan Touman dan Dahyat al-Rasyidin di pinggiran kota.

Khan Touman adalah lokasi pertempuran milisi Syi'ah impor dan tentara Iran melawan oposisi dan sekutunya (Jabhah Nushrah).

Di kawasan Dahyat al-Rasyidin yang dikuasai oposisi, helikopter rezim dilaporkan telah menjatuhkan bom Birmil/barrel (drum yang diisi bahan peledak).

Kontributor Al-Jazeera, Zeina Khodr, dari perbatasan Turki-Suriah, melaporkan:

"Para pejabat AS mengatakan bahwa (mereka) memiliki kesepakatan dengan Rusia untuk memperpanjang gencatan senjata yang memasukkan Aleppo, tapi sekarang (mereka) mendapat berbagai laporan serangan (di pinggiran kota), meski di dalam kota situasi tetap tenang", lapor Khodr.

Sementara jalan-jalan penting di pusat kota Aleppo mulai berdenyut, menurut Khodr, karena banyak orang mulai keluar untuk pertama kalinya di hari ini.

Di lain sisi, rezim Assad menuduh pejuang oposisi telah melanggar perjanjian tersebut. Pada sepanjang malam, oposisi dituduh telah melakukan "serangan acak" ke wilayah kota Aleppo yang dikuasai rezim.

Lembaga pemantau HAM Suriah, SOHR, melaporkan terdapat satu orang tewas dalam serangan ke kawasan Midan yang dikuasai rezim.

Media rezim menyebut bahwa roket menghantam distrik New Aleppo.

Seruan gencatan senjata yang mencakup Aleppo muncul setelah masifnya serangan udara brutal rezim Assad dan pertempuran sengit selama 2 pekan, sehingga menewaskan hampir 300 warga sipil dari dua sisi kota terbagi itu, termasuk korban anak-anak.

Kota metropolitan Aleppo sekarang terbagi 2, sisi barat dikontrol oleh rezim, sementara sisi timur dikuasai oposisi.

Aleppo milik oposisi sebenarnya  telah hancur lebur oleh serangan udara rezim Assad selama bertahun-tahun. Diperkirakan masih ada 300 ribu orang masih ada di sana.

Rezim Assad ingin mengepung kora Aleppo oposisi dengan memutus jalur ke kawasan itu.

Meningkatnya kekerasan dan serangan udara di Aleppo sejak 21 April telah menghancurkan upaya perundingan politik di Jenewa yang difasilitasi PBB. saat itu, delegasi oposisi telah menarik diri dari meja Jenewa.

Sejak awal April rezim Assad telah mengumumkan upaya untuk merebut kota Aleppo, dan tidak mau memasukkan kawasan itu dalam bagian gencatan senjata, meskipun saat itu fase perundingan masih berlangsung.

Menurut utusan khusus PBB Staffan de Mistura, diperkirakan lebih dari 400.000 orang Suriah tewas akibat perang dan jutaan lainnya mengungsi ke luar negeri. (Al-Jazeera/Reuters/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.