Pengumuman Kementerian Luar Negeri Maladewa (foto),
Republik Maldewa, sebuah negara kepulauan kecil di samudera Hindia dan berpenduduk mayoritas Muslim Sunni, pada hari Selasa (17/5) telah mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan negara Syi'ah Iran.

Pengumuman disampaikan melalui portal resmi Kementerian Luar Negeri negara tersebut. Maladewa menyeru agar Iran menjadi tetangga yang baik bagi negara-negara di Timur Tengah.

"Pemerintah Maladewa hari ini mengambil keputusan untuk memutus hubungan diplomatik dengan Iran. Maladewa percaya bahwa kebijakan yang Pemerintah Iran lakukan di Timur Tengah, khususnya di Teluk Arab, merusak perdamaian dan keamanan di kawasan tersebut, yang dalam banyak hal, juga (akan) terkait dengan stabilitas, perdamaian dan keamanan Maladewa", jelas pernyataan pemerintah Maladewa di ibukota Male'.

"KTT (negara) Islam yang diselenggarakan bulan lalu di Turki menyerukan agar Iran melakukan kebijakan berdasarkan prinsip 'bertetangga yang baik, tanpa campur tangan urusan dalam negeri (tetangganya), menghormati kemerdekaan dan kedaulatan wilayah, (dan) menyelesaikan pertentangan dengan cara damai sesuai semangat OKI dan piagam PBB'. Seruan Maladewa pada Iran adalah untuk menunjukkan komitmen dan wujud nyata dalam mengikuti rekomendasi OKI", lanjut pernyataan itu.

Maladewa telah membuka hubungan dengan Iran pada 40 tahun lalu, tanggal 2 Juni 1975.

Keputusan ini menandakan kedekatan hubungan Maladewa senagai negara berpenduduk Islam Sunni dengan Arab Saudi, yang merupakan rival utama Republik Syi'ah itu di Timur Tengah. (Kementerian Luar Negeri Maladewa/ABCnews/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.