Sadiq Khan dari partai Buruh, putra seorang sopir bus imigran Pakistan akan menjadi walikota London, ibukota Inggris, setelah memenangi pemilihan melawan kandidat partai konservatif.

Khan menyatakan dirinya sebagai Muslim moderat dan ungkapan ketidaksetujuannya terhadap gerakan Islam yang dianggapnya ekstrim, atau tidak bisa diterima di Inggris.

Sadiq Khan (45 tahun), seorang mantan pengacara hak asasi manusia dibesarkan di perumahan sederhana di kota London. Ayahnya, Amanullah adalah sopir, sementara ibunya Sehrun Khan adalah penjahit dan ibu rumah tangga.

Sejak kecil ia dibesarkan sebagai seorang Muslim, dengan tidak pernah menghindar dalam mengakui pentingnya keyakinannya itu.

Dalam pidato pertama sebagai anggota parlemen, Khan pernah menceritakan tentang sang ayah yang mengajarinya Hadits nabi Muhammad, dan prinsip bahwa "jika seseorang melihat sesuatu yang salah, maka menjadi tugasnya untuk meluruskan itu".

Ia sukses mengalahkan politisi dari Partai Konservatif, Zac Goldsmith (41 tahun) yang merupakan putra seorang miliarder.

Pendukung Goldsmith menyerang Khan dengan melakukan kampanye hitam dan negatif. Khan dituduh sebagai anti-semitisme dan ekstrimisme.

Mereka juga menuduhnya telah berbagi panggung dengan pembicara Muslim radikal dan memberikan "napas" pada kelompok ekstremis.

Namun hal ini justru menjadi boomerang bagi Goldsmith di mata pemilih, dimana menguntungkan posisi Khan.

Khan sendiri mengatakan ia telah berperang melawan ekstremisme sepanjang hidupnya dan ia menyesalkan berbagi panggung dengan pembicara yang punya pandangan "menjijikkan". Ia juga mengaku tidak berhubungan lagi dengan kerabatnya yang aktif di Hizbut Tahrir Inggris.

Partai Buruh menuduh Goldsmith dan Partai Konservatif yang selama ini berkuasa telah menyerang pribadi Khan.

Hasil penelusuran Risalah, Sadiq Khan aktif di Tooting Islamic Center (TIC), London, yang dikelola kelompok Muslim Sunni-Deobandi.

Menyebabkan pada tahun 2010 lalu, ia sempat diwawancarai terkait masalah "kebencian" pada Ahmadiyyah. Dimana para pemateri dan imam di TIC sering berkhutbah menyesatkan Ahmadiyyah, serta seruan boikot keharaman memakan sembelihan mereka.

Khan menjawab dengan sudut pandang hukum Inggris dan sikap politik yang demokratis. (CNN Indonesia/BBC)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.