Kepala Puslitbang Kehidupan Keagamaan Kementerian Agama, Muharram Marzuki, mengungkapkan bahwa pengetahuan pelaku usaha kecil terhadap regulasi Jaminan Produk Halal (JPH) masih rendah dengan salah satu sebabnya adalah kurangnya sosialisasi.

"Kecilnya pengetahuan pelaku usaha kecil ini terlihat dari rendahnya rerata indeks kognisi, hanya 31,81. (dengan) Rendahnya indeks ini ditengarai baru sedikit pelaku usaha kecil yang mengikuti sosialisasi UU JPH yang dilakukan pemerintah", katanya, seperti dilansir Antaranews pada hari Rabu.

Mennurut Marzuki, sosialisasi yang kurang itu juga tidak terlepas dari rendahnya anggaran sosialisasi.

Simpulan penelitian itu dipaparkan dalam Seminar Hasil Penelitian tentang 'Sikap Pelaku Usaha Kecil terhadap UU JPH' di Jakarta, Rabu.

Meski demikian, hasil penelitian menunjukkan tingkat afeksi (sikap setuju) pelaku usaha kecil terhadap UU JPH relatif tinggi, dengan indeks sebesar 72,66 persen.

Artinya, masyarakat di daerah yang menjadi objek penelitian menginginkan sertifikasi halal untuk produk mereka.

Bahkan pelaku usaha yang bukan Islam menganggap hal serupa, bahwa produk halal bagi umat Islam adalah kewajiban agama sehingga mereka harus menghormatinya.

Tapi tingkat kemauan pelaku usaha untuk melaksanakan UU JPH masih rendah, dengan indeks konasi sebesar 67,06.

Ada beberapa faktor penyebab yang teridentifikasi, diantaranya sertifikasi halal dianggap beban pengusaha. Sertikasi halal dianggap kewajiban keagamaan yang belum berkorelasi dengan keuntungan bisnis.

Atas temuan ini, tim peneliti merekomendasikan pentingnya peningkatan sosialisasi UU JPH. Selain itu, pemerintah juga diminta untuk segera membuat Peraturan Pemerintah sebagai turunan UU JPH.

Rekomendasi lainnya terkait perlunya sinergi seluruh pemangku kepentingan yang menangani pemberdayaan pelaku usaha untuk mendorong pelaksanaan UU JPH.

Penelitian oleh Puslitbang Kemenag dilakukan dengan pendekatan campuran kualitatif dan kuantitatif.

Sampel penelitian diambil "multistage cluster random sampling" sehingga ditemukan sebanyak 377 pelaku usaha kecil yang tersebar di 15 provinsi. Adapun total populasi pengusaha kecil di Indonesia jumlahnya mencapai 729.418 orang.(Antaranews)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.