Pemimpin teroris Hezbollah, Hassan Nasrallah (foto),
Kelompok teror Syi'ah asal Lebanon, Hezbollah, Jum'at kemarin berikrar akan memperkuat kehadirannya di Suriah dan mengirim lebih banyak komandannya ke sana.

Hal ini terjadi satu minggu setelah tewasnya seorang komandan tertingginya oleh serangan "ekstrimis" Sunni.

Tewasnya Mustafa Badreddine, yang dilaporkan terjadi di dekat Damaskus oleh serangan altileri kelompok Sunni, menjadi salah satu pukulan terbesar bagi kepemimpinan kelompok teroris dukungan Iran itu.

Hezbollah yang merupakan organisasi politik-militer Syi'ah dan paling kuat di Lebanon, telah menjadi pendukung penting bagi rezim Assad Suriah, bersama Iran dan angkatan udara Rusia.

Kelompok teroris ini diperkirakan telah kehilangan 1.200 militannya selama lima tahun perang Suriah.

"Tiada kematian pemimpin yang mengeluarkan kita dari pertempuran. Darah yang berharga itu akan memacu kita untuk hadir yang lebih besar, kuat dan baru", kata pemimpin grup teroris itu, Hassan Nasrallah, dalam pidato yang disiarkan langsung televisi Al-Manar.

"Kita tetap ada di Suriah. Lebih banyak komandan yang akan datang ke Suriah dari jumlah yang telah ada di sana sebelumnya. Kita juga akan hadir dengan cara yang berbeda", katanya tanpa menjelaskan lebih lanjut.

"Kita akan menyelesaikan pertempuran ini", lanjutnya.

Nasrallah berbicara melalui sebuah layar besar, diproyeksikan di sebuah aula gedung, di Beirut selatan, sebagai bagian dari upacara penghormatan pada Badreddine seminggu setelah pengumuman kematiannya. (Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.