Forum DK PBB (foto),
Inggris, Perancis, Amerika Serikat (AS) dan Ukraina pada hari Selasa mementahkan permintaan Federasi Rusia untuk memasukkan dua kelompok oposisi Suriah, Jaisyul Islam dan Ahrar Syam, ke daftar blacklist teroris PBB sehingga mengeluarkan mereka dari proses politis maupun perundingan.

Penambahan suatu kelompok atau nama ke dalam daftar hitam PBB membutuhkan kesepakatan dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB, artinya setelah penolakan empat negara, maka permintaan Rusia otomatis tertolak.

"Rusia secara terbuka berusaha untuk mengeluarkan kelompok-kelompok itu dari gencatan senjata dan ini bisa merusak upaya gencatan senjata yang kami coba perkuat di lapangan", kata juru bicara perwakilan AS untuk PBB.

"Sekarang bukan lagi waktu untuk mengutak-utiknya, tapi dengan meningkatkan upaya kita menjadi 2 kali lipat dalam mengurangi kekerasan", imbuhnya.

17 negara dalam International Syrian Support Group (ISSG) akan bertemu di Wina pada 17 Mei untuk mencoba membawa kembali Suriah ke dalam jalur perdamaian. Setelah  gagalnya perundingan Jenewa akibat kekerasan di kota Aleppo pada bulan April yang dimulai oleh serangan udara rezim Assad.

Akhir tahun lalu, pertemuan ISSG juga sempat membahas daftar "teroris" di Suriah, namun tak ada kesepakatan karena masing-masing pihak mengajukan nama-nama secara sepihak.

Rezim Assad sendiri secara konsisten melabeli semua lawan-lawannya sebagai "teroris" secara sepihak, baik bersenjata atau tidak, sejak pecahnya perang pada tahun 2011.

Dan ini juga "diadopsi" Rusia di awal-awal intervensi militernya pada akhir September 2015, dengan mengebom wilayah oposisi moderat, berdalih memerangi "terorisme internasional".

Jaisyul Islam adalah anggota dari Komite Tinggi Negosiasi (HNC) yang berperan dalam perundingan politik Jenewa untuk mengakhiri perang lima tahun di Suriah.

Sedangkan Ahrar Syam merupakan salah satu kelompok pejuang oposisi Islam paling kuat di Suriah. Ahrar Syam termasuk kelompok Islamis yang paling awal melawan ISIS. Ahrar Juga mendapat pengakuan internasional ketika diundang dalam pertemuan Riyadh. (Orient-news/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.