Pertemuan Erdogan-Davutoglu, hari Rabu malam (foto Reuters),
Partai berkuasa Turki, AKP, dilaporkan telah memutuskan untuk mengganti posisi Perdana Menteri Ahmet Davutoglu pada kongres luar biasa dalam beberapa minggu mendatang.

Menandakan akhir masa jabatan Davutoglu sebagai Perdana Menteri dan proses transisi politik lagi di negara itu.

Menurut Reuters, keputusan telah dikonfirmasi kebenarannya dari lima pejabat AKP. Yang muncul tak sampai satu jam pasca pertemuan antara PM Davutoglu dengan Presiden Tayyip Recep Erdogan, setelah kerenggangan hubungan kedua tokoh beberapa waktu belakangan.

Erdogan menginginkan sistem eksekutif kuat di bawah Presiden Turki (Presidensial) untuk menggantikan sistem parlementer saat ini. Rencana yang kurang didukung oleh Davutoglu sebagai Perdana Menteri.

Pengganti Davutoglu diharapkan akan lebih mendukung ambisi Erdogan dalam mengubah konstitusi dan memperkuat Presiden.

Lawan politik AKP menganggap bahwa langkah Erdogan adalah bisa menciptakan "kediktatoran dan Otoriter".

"Presiden dan Perdana Menteri telah mencapai kesepakatan tentang kongres... Saya kira Davutoglu tidak akan menjadi kandidat lagi", jelas salah satu pejabat AKP kepada Reuters.

AKP yang telah berkuasa di Turki sejak tahun 2002, selalu dipimpin oleh orang juga akan menjabat sebagai Perdana Menteri.

Rencana penggantian Davutoglu ini terjadi di tengah berbagai masalah yang dihadapi oleh pemerintah Turki. Dari masalah teroris dan keamanan, pengungsi Suriah, serta pemberontakan militan Kurdi di selatan.

"Berhentinya Davutoglu lebih awal dari posisi ketua partai dan PM hanyalah episode lain yang menunjukkan dominasi Erdogan terhadap AKP serta eksekutif yang mutlak dan tak tertandingi", kata Wolfango Piccoli, kepala penelitian di Teneo Intelligence.

Setelah pemimpin baru terpilih, amandemen konstitusi akan lebih mudah.

Pejabat AKP mengatakan bahwa kongres akan diadakan seetelah 21 Mei dan paling lambat tanggal 6 Juni, hari pertama bulan suci Ramadhan. Erdogan juga meminta agar tidak ada kekosongan dalam kepala pemerintahan.

Diantara kandidat pengganti Davutoglu adalah juru bicara pemerintah Numan Kurtulmus dan Menteri Kehakiman Bekir Bozdag. Menteri Transportasi Binali Yildirim dan Menteri Energi Berat Albayrak, yang merupakan menantu Erdogan, juga telah disebut-sebut sebagai nama yang mungkin.

Hubungan Erdogan dan Davutoglu sejak lama disebut-sebut telah merenggang. Terutama karena upaya Erdogan yang ingin memperkuat posisi Presiden, termasuk beda pandangan mengenai kebijakan Turki-Eropa serta sikap pada kritikus pemerintah.

Erdogan dikenal sebagai sosok yang memiliki prinsip kuat, serta tanpa kompromis pada musuh-musuh politiknya. Sementara Davutoglu adalah seorang akademisi dan mantan diplomat, dikenal lebih lembut dan gaya santun.

Perbedaan gaya maupun ambisi politik keduanya telah menyebabkan persaingan dan perebutan pengaruh secara tidak langsung, sejak Erdogan terpilih jadi Presiden Turki dan Davutoglu sebagai Perdana Menteri pada tahun 2014.

"Tujuan akhir Erdogan adalah mengumpulkan dukungan yang cukup untuk beralih ke sistem presidensial. Sedangkan tujuan akhir Davutoglu adalah untuk menguatkan kekuasaannya sendiri dan menjadi perdana menteri yang sukses", kata Ulgen, kepala lembaga think-tank Edam di Istanbul. (Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.