Suasana Ka'bah saat musim Haji (foto),
Otoritas Iran mengatakan bahwa jama'ahnya tidak akan menghadiri musim haji tahun ini.

Republik teokrasi Syi'ah menyalahkan Arab Saudi telah melakukan "sabotase" dan "gagal menjamin keselamatan jama'ah", setelah pemerintah Riyadh meminta tak ada demonstrasi dari jama'ah Iran yang didominasi pemeluk Syi'ah.

"Karena sabotase yang dilakukan oleh pemerintah Saudi... Jama'ah Iran gagal mengambil haknya untuk beribadah haji tahun ini. Tanggung jawab atasnya berada di tangan pemerintah Arab Saudi", tuduh Organisasi Haji dan Umrah Iran dalam sebuah pernyataan yang dikutip Reuters.

Media Saudi sebelumnya mengabarkan bahwa delegasi Iran meninggalkan Kerajaan Islam Sunni itu tanpa kesepakatan apapun terkait haji Iran, atau menjadi yang kedua kali kegagalan pembicaraan kedua negara.

Sebaliknya, Arab Saudi menyalahkan Iran atas gagalnya kesepakatan itu, sehingga membuat warganya sendiri gagal "menunaikan ibadah".

"Arab Saudi tidak menghalangi orang dalam menunaikan kewajiban agama", kata Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir.

Al-Jubeir menyebut Iran menuntut hal-hal aneh yang bisa mengganggu ibadah haji.

"Iran menolak menandatangani nota kesepakatan, serta menuntut (diberi) hak melakukan demonstrasi dan berbagai kemudahan lain.. (Sehingga) akan menciptakan kekacauan selama ibadah haji, hal yang tidak dapat diterima", ungkapnya.

Sementara Menteri Kebudayaan Iran, Ali Jannati, menyatakan jika isu "jaminan keselamatan" menjadi sangat penting bagi Teheran, menyusul tewasnya ratusan jama'ah Iran pada musim haji 2015 lalu.

"Pemerintah Arab Saudi sengaja melakukan sesuatu agar mencegah jama'ah Iran dari menghadiri haji tahun ini", kata Jannati.

Tahun lalu terjadi musibah di Mina, dimana warga Iran menjadi korban tewas terbesar dalam insiden saling injak tersebut. Pemerintah Saudi disebut Iran belum mengumumkan hasil penyelidikan resminya.

Sedangkan pemerintah Riyadh menuduh rezim Teheran sengaja mempolitisasi ibadah haji.

Republik Syi'ah Iran pernah memboikot haji selama tiga tahun, setelah kematian sekitar 402 jama'ah, dimana sebagian besar warga Iran (lebih dari 275 tewas).

Mereka tewas akibat terjadi bentrokan dengan pasukan keamanan Saudi pada tahun 1987, setelah para jama'ah Iran yang mayoritas memeluk Syi'ah itu melakukan aksi demonstrasi "anti Barat" di Mekkah saat ibadah haji. (Reuters/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.