Presiden Erdogan (foto),
Presiden Tayyip Erdogan, pada hari Rabu, mengatakan bahwa Turki telah menewaskan 3000 anggota militan ISIS di Suriah dan Irak. Menjadi hitungan terbaru pemerintah Ankara setelah sangat intensif memerangi ISIS beberapa bulan belakangan.

Erdogan juga menambahkan jika tidak ada negara lain yang memerangi ISIS, seperti apa yang telah Ankara lakukan.

Sabtu pekan lalu, militer Turki mengklaim berhasil menewaskan 55 anggota ISIS hanya dalam satu malam dengan rangkaian pengeboman altileri berat.

Bulan lalu, pemerintah Turki mengumumkan telah mendeportasi dan memasukkan daftar hitam ribuan warga asing yang diduga terlibat kelompok teroris.

Turki yang merupakan anggota NATO awalnya enggan terlibat dalam koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) dalam mengebom ISIS pada tahun 2014.

Saat itu Turki memberikan berbagai syarat dan permintaan pada AS untuk terlibat atau mengizinkan pangkalannya untuk digunakan koalisi.

Bahkan banyak tuduhan, jika Ankara telah sengaja menggunakan ISIS untuk dibenturkan militan Kurdi Suriah, yang berhubungan dengan teroris PKK di Turki.

Terlebih militan Kurdi seperti YPG, dijadikan sekutu utama AS di darat.

Turki dikritik telah lembek pada teroris serta "gagal menghentikan" militan asing melintasi perbatasan Suriah untuk bergabung dengan kelompok garis keras itu.

Pada masa "damai" Turki-ISIS, para pendukung ISIS tak pernah mengancam Turki. Mereka menyatakan bahwa Turki suatu saat akan takluk oleh "Khilafah al-Baghdadiyah" dengan cara damai (sesuai hadits Nabi yang ditafsir versi ISIS), tidak seperti penaklukan Jazirah Arab.

Tetapi hal itu telah berlalu, kini Erdogan dan Turki menjadi musuh utama bagi ISIS dan pendukungnya. Jual beli serangan terus terjadi di garis perbatasan yang mempertemukan kedua pihak.

Ankara mulai serius terlibat dalam perang anti ISIS setelah terjadi berbagai serangan teror bom bunuh diri oleh kelompok tersebut.

Baru-baru ini Turki menyatakan memerlukan banyak bantuan dari sekutu Barat dalam memerangi ISIS dengan persenjataan lebih canggih, khususnya di dekat perbatasan Suriah, di mana kota Kilis menjadi sasaran serangan roket. (Reuters/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.