Kota Mekkah (foto),
Bervisi ekonomi untuk tidak lagi bergantung pada minyak, Arab Saudi tidak berencana menerapkan pajak penghasilan bagi individu, tetapi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) akan diperkenalkan pada 2018.

Menteri Keuangan Ibrahim al-Assaf, pada hari Rabu, dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa keputusan memperkenalkan PPN telah disepakati pada pertemuan menteri keuangan negara Teluk (GCC) di Riyadh.

Diskusi terjadi dalam pertemuan Komite Keuangan dan Kerjasama Ekonomi, yang terdiri dari para menteri negara-negara GCC.

"Keputusan ini didasarkan pada kesepakatan yang diambil oleh Dewan Tertinggi GCC pada awal tahun ini untuk memperkenalkan PPN di enam negara GCC. PPN disepakati akan diperkenalkan pada tahun 2018", jelas al-Assaf, seperti dimuat Arabnews.

PPN akan dikenakan pada komoditas-komoditas tertentu. Dimana jauh lebih mudah mengelolanya daripada jenis pajak lainnya, karena banyak pajak yang mudah diakali.

Dalam sebuah wawancara dengan The Economist pada bulan Januari, Wakil Putra Mahkota Muhammad bin Salman, juga telah mengindikasikan bahwa PPN akan diterapkan, tetapi tetap tanpa pajak penghasilan atau kekayaan.

"Kita bicara tentang pajak atau anggaran yang didukung oleh rakyat, termasuk PPN dan denda diyat. Itu akan menciptakan bentuk pendapatan yang baik, meski bukan satu-satunya pendapatan", katanya seperti dikutip wawancara itu.

Laporan lain menyebut bahwa besaran penarikan PPN adalah hingga 5 persen, dengan berlaku untuk semua orang. Dan membebaskan 95 jenis makanan, sementara produk kesehatan, pendidikan dan pelayanan sosial kemungkinan juga akan bebas PPN.

Penerapan PPN dianggap sebagai reformasi ekonomi utama di negara-negara Teluk yang selama ini bergantung pada minyak, dengan sistem pungutan sangat minimal dan tak ada pajak penghasilan, meskipun ada beberapa biaya retribusi seperti jalan tol.

Untuk mencegah penyelundupan dan rusaknya persaingan, analis mengatakan bahwa negara-negara Teluk harus memperkenalkan PPN secara luas bukan hanya individual, di waktu berbeda nanti.

Menurut analis itu, penerapan PPN akan memberi sejumlah manfaat bagi negara-negara Teluk.

Jika dikenakan sebesar 5 persen, hal ini bisa menghasilkan pendapatan sebesar 0,8 hingga 1,6 persen dari nilai total produk domestik bruto (PDB), tergantung dari negaranya. (Arabnews)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.