Komandan militer tertinggi Hezbollah di Suriah, Mustafa Amine Badreddine, dilaporkan tewas akibat penembakan artileri oleh "Jihadis", atau disebut "Takfiri" oleh kelompok teroris Syi'ah Lebanon tersebut.

Kematian Badreddine terjadi di dekat bandara Damaskus dan diumumkan pada hari Jum'at, sebelumnya Hezbollah menyalahkan Israel atas kejadian itu.

Badreddine diyakini bertanggung jawab atas semua operasi militer teroris Hezbollah di Suriah sejak tahun 2011.

Dimana ribuan militan Syi'ah Lebanon telah dikirim ke Suriah untuk mendukung rezim Basyar al-Assad secara terang-terangan mulai 2012.

Mereka bertempur melawan pejuang oposisi Sunni anti-Assad, Jabhah Nushrah (al-Qaeda) dan kelompok ultra ekstrimis yang disebut sebagai ISIS.

Tanpa menyebut kelompok apapun, dalam pernyataannya Hezbollah mengatakan:

"Penyelidikan telah menunjukkan bahwa ledakan yang menyasar salah satu basis kami di dekat Bandara Internasional Damaskus dan menyebabkan "syahidnya" komandan Mustafa Badreddine, adalah hasil dari pemboman artileri yang dilakukan oleh kelompok 'Takfiri' di daerah itu".

Takfiri secara istilah adalah suatu pemikiran mudah mengkafirkan sesama Muslim karena beda pemahaman, dimana Syi'ah juga termasuk bentuk ideologi Takfiri ini. Tetapi istilah itu biasanya dipakai oleh Syi'ah untuk menyebut Muslim Sunni yang menentang mereka.

Terkait tewasnya Badreddine, wartawan BBC Arab, Sebastian Usher, menyatakan masih banyak pertanyaan tentang kejelasannya.

Sedangkan menurut lembaga pemantau HAM Suriah, SOHR, tidak ada laporan adanya serangan di lokasi itu selama lebih dari seminggu, meskipun Hezbollah belum merinci kapan Badreddine tewas.

Badreddine adalah salah satu dari lima teroris Hezbollah yang didakwa oleh Pengadilan Khusus PBB terlibat pembunuhan Rafik al-Hariri, salah satu politisi Muslim Sunni terkemuka di Lebanon.

Meski Hezbollah membantah keterlibatan itu dan menyebut tuduhan sebagai bermotif politik.

Sebelumnya Badreddine pernah dijatuhi hukuman mati di Kuwait atas perannya dalam serangan teror bom pada tahun 1983 dan ia berhasil melarikan diri dari penjara setelah Saddam Hussein menginvasi Kuwait pada tahun 1990. (BBC/Reuters/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.