Empat ledakan bom di sekitar Ibukota Baghdad telah menewaskan lebih dari 70 orang, petugas medis setempat melaporkan.

Tiga dari pemboman menyasar distrik basis Syi'ah, sementara satunya lagi mengguncang wilayah campuran Muslim Sunni dan penganut Syi'ah.

Sebuah kelompok ultra ekstrimis yang biasa disebut ISIS, sejauh ini telah mengklaim bertanggung jawab pada satu serangan.

ISIS masih mengontrol banyak wilayah di utara dan barat Irak, sejak lama menyasar para penganut Syi'ah tanpa pandang bulu, karena dianggap murtad dan musuh Islam.

Hal ini sebenarnya telah terjadi ketika era cikal bakal ISIS, yaitu al-Qaeda Irak, lalu menjadi ISI yang banyak merekrut mantan Ba'ats Irak. Para pemeluk Syi'ah saat itu dianggap sebagai corong pendukung invasi Amerika Serikat ke Irak.

Petugas medis mengatakan bahwa lebih dari 100 warga sipil mengalami luka-luka akibat rangkaian pemboman hari Selasa, yang menghantam tiga pasar dan restoran.

Serangan pertama menjadi yang paling mematikan, menghantam pasar terbuka di wilayah mayoritas Syi'ah, Shaab, menewaskan sedikitnya 38 orang. ISIS dilaporkan mengklaim melakukan serangan ini.

"Sebuah bom di pinggir jalan pertama meledak di luar dinding yang mengelilingi area. Lalu seorang pembom bunuh diri meledak diantara mereka yang membantu para korban", jelas seorang perwira polisi, dilansir oleh BBC.

Tak lama setelah itu, sebuah bom menghantam sebuah pasar buah dan sayur di wilayah penduduk campuran Muslim Sunni dan pemeluk Syi'ah, di kawasan Dora, menewaskan sedikitnya lima orang.

Kemudian, 21 orang tewas akibat ledakan bom mobil di sebuah pasar yang ramai di Kota Sadr, sebuah distrik basis Syi'ah di Baghdad timur.

Satu serangan terpisah oleh seorang pembom bunuh diri menghantam restoran, menewaskan sembilan orang lain.

Para pejabat menuduh ISIS juga bertanggung jawab atas tiga serangan terakhir.

Berikut beberapa serangan ISIS terakhir yang mengguncang Irak:
11 Mei 2016: Rangkaian bom mobil di Baghdad menewaskan 93 orang, termasuk 64 yang tewas di pasar di distrik Syi'ah Sadr

1 Mei 2016: Dua bom mobil tewaskan setidaknya 33 orang di kota Samawa

26 Maret 2016: Serangan bunuh diri menargetkan pertandingan sepak bola di pusat kota Iskandariyah, menewaskan sedikitnya 32 orang

6 Maret 2016: Tanker diledakkan di pos pemeriksaan di dekat pusat kota Hilla, menewaskan 47 orang

28 Februari 2016: serangan bom bunuh diri kembar menghantam pasar di Kota Sadr, menewaskan 70 orang

Irak terus dilanda kekerasan sejak invasi AS pada tahun 2003 menjungkalkan Saddam Husein. Negeri itu dibagi dalam 3 kekuatan politik utama, yaitu pemeluk Syi'ah, Muslim Sunni (Arab) dan suku Kurdi. Dengan Syi'ah mendominasi pemerintah pusat.

ISIS mulai merajalela di Irak sejak tahun 2014, ketika mereka berhasil merebut berbagai kota Sunni dari militer Irak "tanpa perlawanan" berarti. Membuat sebagian besar wilayah Sunni di Irak menjadi tak stabil oleh kekerasan.

Pemerintah Irak kemudian menggelar berbagai operasi militer dengan dukungan Barat, termasuk menggunakan milisi Syi'ah dan didukung Iran.

Berbagai laporan kejahatan perang oleh milisi Syi'ah terjadi di perkampungan Sunni. Sementara ISIS belakangan mulai menggencarkan serangan mematikan yang menarget para pemeluk Syi'ah. (BBC/Reuters/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.