Sebuah pengepungan yang dilakukan oleh pasukan rezim Assad telah melumpuhkan sebuah kawasan pinggiran Homs dan memutus sekitar 250.000 warga sipil dari akses kebutuhan dasar mereka.

"Pasukan Rezim telah menutup semua perlintasan dan jalur ke daerah itu", ujar Yasser al-Sayed Ali, penduduk distrik Houla kepada Anadolu Agency, pada hari Kamis.

"Pemotongan ini telah memperburuk semua aspek kehidupan di daerah tersebut", lanjutnya.

Menurut aktivis Suriah, pasukan rezim mencegah akses bantuan kemanusiaan ke kawasan pinggiran utara Homs, yang telah menggagalkan sekitar 250.000 warga sipil di daerah oposisi untuk memperoleh kebutuhan sehari-hari.

"Kebanyakan komoditas tidak tersedia di pasar dan harganya telah meroket", kata Ali menambahkan, dimana harga sebagian besar komoditas dilaporkan naik hingga sepuluh kali lipat.

Perkiraan PBB pada tahun lalu menyatakan bahwa populasi Homs telah menyusut dari 2,1 juta menjadi 1,5 juta jiwa. Banyak dari mereka yang melarikan diri dari wilayah kota diyakini berada di kawasan pedesaan di dekatnya.

Abdul-Rahman al-Yassin, seorang warga setempat, mengatakan jika kebanyakan warga tidak bisa memperoleh bahan makanan yang cukup.

Blokade Rezim juga telah menyebabkan memburuknya kualitas kesehatan kawasan pinggiran di utara provinsi.

"Terdapat kekurangan obat di sana", jelas Sami, seorang dokter di sebuah rumah sakit lapangan yang hanya memberi nama pertama karena alasan keamanan.

Ia menjelaskan, rumah sakit lapangan tempatnya bekerja minim dari ketersediaan peralatan medis modern.

"Rumah sakit juga tidak mampu menampung meningkatnya jumlah pasien yang terluka dan masalah lainnya", tambahnya. (Anadolu Agency)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.