Menteri Luar Negeri Adel al-Jubeir (foto),
Lewat wawancara dengan channel France24 tentang krisis Suriah, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir menyatakan bahwa gencatan senjata di Suriah berlangsung cukup baik dan meningkatkan akses bantuan kemanusiaan.

Namun al-Jubeir menegaskan bahwa Basyar al-Assad harus dihapus dari Suriah, baik melalui proses transisi politik atau dengan kekuatan militer.

"Krisis Suriah akan berakhir dan akan diakhiri tanpa (melibatkan) Assad. Krisis akan berakhir dengan sebuah negara bersatu, masyarakat sipil yang memiliki pemerintahan dan hak setara. Ini bisa memakan waktu enam bulan, tiga bulan atau bisa tiga tahun", kata al-Jubeir.

"Rakyat Suriah tidak akan mengizinkan orang yang bertanggung jawab atas pembunuhan 400 ribu orang, terusirnya 12 juta orang dan kehancuran negara, untuk tetap berkuasa", lanjutnya.

"Rezim ini telah melakukan kejahatan perang sejak hari pertama, (yaitu) penyiksaan dan pembunuhan anak-anak, pemboman membabi buta pada warga sipil, juga penggunaan senjata kimia. Itu semua adalah kejahatan luar biasa, kejahatan terhadap kemanusiaan serta kejahatan terhadap hukum internasional.. (Jadi) tidak boleh ada keraguan tentang hal itu. Cukup alasan mengapa (Assad) harus jatuh", jelas al-Jubeir.

"Kami akan terus mendukung proses politik jika perang berhenti, dan kami akan tetap mendukung oposisi meski tak ada proses politik", kata al-Jubeir.

"Pilihannya adalah tentang Assad. Dia akan dijatuhkan, baik melalui proses politik atau melalui kekuatan militer", ungkapnya.

Al-Jubeir juga menjamin jika Arab Saudi akan terus meningkatkan bantuan militer untuk pihak oposisi.

"Kami harus memberikan oposisi lebih banyak senjata maupun senjata yang lebih mematikan, termasuk rudal anti serangan udara dan juga senjata anti-tank yang lebih canggih, sehingga bisa mengubah peta kekuatan di lapangan", jelasnya.

"Jika AS mengirim pasukan darat ke Suriah untuk bertempur (melawan ISIS), Arab Saudi akan siap mengirim pasukan khusus dalam pasukan itu, tapi kami tidak akan mengirim pasukan secara sepihak", katanya.

Terkait Iran, al-Jubeir mengatakan belum melihat adanya perubahan perilaku tetangga itu sejak tercapai kesepakatan nuklir. Ia juga menuduh Teheran menabur kekacauan di wilayah tersebut.

Menurutnya, Iran adalah bangsa yang besar dan telah ada selama ribuan tahun, Saudi menghargainya sebagai tetangga, namun Iran harus tahu bagaimana bertetangga yang baik.

"Kami melihat Iran di Lebanon, di Suriah, di Irak, di Kuwait, Bahrain, Yaman, di Arab Saudi... Iran adalah ancaman bagi siapapun. Mereka harus berubah jika ingin menjadi tetangga baik kami", katanya pada France24.

Al-Jubeir membantah adanya kesepakatan antara Saudi dan Israel terkait masalah dengan Iran. (France24/Orient-news)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.