Seorang relawan pertahanan sipil di tengah reruntuhan Aleppo (Foto:  عارف وتد)
Saya pernah ke Aleppo beberapa kali. Tahun 2012 dan 2014. Beberapa diantara perjalanannya berkesan, Sebagian lagi biasa-biasa aja..

Aleppo jauh lebih mengerikan daripada Latakia atau Idlib. Sebagai kota yang 5 tahun terakhir terus menjadi garis depan pertempuran, Aleppo merupakan wilayah pendudukan mujahidin yang paling hancur akibat ratusan bom setiap harinya.

Seisi kota hitam legam akibat jelaga mesiu. Yang selamat dari pemboman, Harus rela disesaki puluhan atau ratusan orang dalam petak-petak kamar yang sempit. Sisa penjuru kota bolong-bolong bekas tembakan peluru segala kaliber

Dengan semua bentuk kehancuran yang bisa dibayangkan orang, Aleppo buat saya adalah monumen. Manusia-manusia paling berani tetap bertahan disana, Meneriakkan pernyataan yang menggetarkan sekaligus tak akan pernah bisa dipahami orang lain:

"Kami disini. Tetap disini

Sampai kemenangan menjelang

Atau ajal menjemput !"

Jadi jangan pernah mengukur manusia Aleppo dengan manusia lain di tanah yang lain. Aleppo adalah tanah api, Maka manusia-manusianya adalah manusia api. Yang hidup dan membiasakan diri berkehidupan didalam api (al-Akhi Fathi Nasrullah Attamimi)


INILAH YANG DIBUTUHKAN OLEH MUSLIMIN ALEPPO!!


Dokter Henri Perwira Negara, yang selama berbulan-bulan pernah bertugas di sana:

Bukan perhatian dunia yang mereka butuhkan

Bukan pemberitaan tentang keadaan mereka di media internasional yang mereka butuhkan

Bukan isak tangis yang mereka butuhkan

Mereka hanya butuh hidayah dari Allah

Mereka hanya butuh pertolongan dari Allah

Mereka hanya butuh kemenangan dari Allah

Maka bantulah mereka sehingga mereka mendapatkan hidayah, pertolongan, dan kemenangan dari Allah

Dengan doa, karena ia senjata utama kaum beriman.

Perbaiki kualitas doa kita untuk mereka, bukan kuantitas

———————————
Anda dapat membantu rakyat Suriah dari segi kemanusiaan melalui program-program Misi Medis Suriah. Salurkan donasi terbaik Anda melalui rekening berikut:

MANDIRI : 900 0019 330 720 a.n IKRIMAH (Kcp. Katamso, Yogyakarta)
BCA : 1691 967 749 a.n IKRIMAH (Kcu. Ahmad Dahlan, Yogyakarta)
BRI : 0029 0110 999 7500 a.n IKRIMAH (Kcu. Cik Ditiro, Yogyakarta)
BNI : 0317 563 523 a.n IKRIMAH (Kcp. Parang Tritis, Yogyakarta) 
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.