Pameran foto korban penjara Basyar al-Assad di New York, 2015 lalu, membuat para pengunjung sedih (foto),
Sekitar 60.000 orang meninggal dunia di dalam penjara rezim Assad selama lima tahun terakhir, demikian laporan lembaga pemantau HAM Suriah, SOHR, pada hari Sabtu.

Mereka meninggal akibat penyiksaan, maupun karena kondisi kemanusiaan yang mengerikan, termasuk akibat kelaparan parah.

Direktur SOHR, Rami Abdul Rahman, mengatakan bahwa data korban ini disusun berdasar sumber rezim sendiri, baik dari penjara maupun badan keamanan.

"Tidak kurang dari 60.000 tahanan telah syahid... baik akibat penyiksaan fisik langsung, maupun ketiadaan makanan dan obat-obatan", jelas SOHR dalam pernyataannya pada Sabtu kemarin.

Rami merinci bahwa lebih dari 20.000 korban meninggal berasal dari satu penjara Sednaya saja.

Ribuan tahanan ditahan di penjara militer Sednaya, salah satu pusat penahanan terbesar di negara itu dan terletak 30 kilometer di utara Damaskus.

Kelompok HAM menuduh rezim Suriah secara sistematis telah melakukan penyiksaan dan praktik-praktik tidak manusiawi lainnya di penjara-penjaranya.

Sebuah penyelidikan PBB pada bulan Februari mengngkapkan bahwa rezim Assad menggunakan kebijakan "pemusnahan massal" di penjara.

Dari 60 ribu korban, SOHR menyatakan telah memverifikasi kematian sebanyak 14.456 tahanan, dimana 110 dari mereka masih berusia di bawah 18 tahun.

Data-data itu dihitung dan dikumpulkan sejak awal revolusi Suriah pada tahun 2011.

Meski demikian, masih banyak orang yang tidak diketahui nasibnya, diantara yang sudah dilepas maupun yang meninggal.

Menurut Rami, pasukan rezim Assad telah menangkap total 500 ribu orang sejak konflik Suriah meletus.

Dalam laporannya, Rami juga menjelaskan ada "beberapa ribu orang" yang meninggal karena ditahan oleh kelompok-kelompok oposisi maupun ISIS.

-Jumlah yang besar-
"Kita tahu banyak orang yang telah meninggal dalam tahanan di Suriah", kata Nadim Houry, wakil direktur bagian Timur Tengah dan Afrika Utara lembaga Human Rights Watch kepada Reuters.

"Satu-satunya cara untuk mengetahui berapa jumlah aslinya adalah dengan memberi akses pemantau independen ke pusat penahanan", tambahnya.

Pada awal 2014, seorang pembelot rezim menyebut dirinya "Caesar" berhasil menyelundupkan keluar sebanyak 55.000 foto yang menggambarkan korban penyiksaan, dimana sekitar 11.000 orang telah dilaporkan meninggal di penjara-penjara pada dua tahun pertama konflik.

Basyar al-Assad dalam sebuah wawancara pada tahun 2015, membantah foto-foto itu, dengan menyebutnya sebagai "tuduhan tanpa bukti" dan bagian dari kampanye yang "didanai Qatar" untuk memojokkannya.

Laporan-laporan tentang kekejaman penjara Assad sendiri berasal dari pihak yang berbeda-beda

"Apakah itu 60.000 ataupun 30.000, jumlah ini tetaplah sangat besar. Meskipun (ada) foto Caesar, dan bermacam, belum ada perhatian internasional", ujar Houry. (Reuters/Al-Arabiya)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.