Pasukan keamanan Saudi menembak mati dua militan yang diduga kuat adalah anggota ISIS sementara dua lainnya meledakkan diri di luar kota suci Mekkah pada hari Kamis.

"Para teroris menembaki pasukan keamanan sehingga harus direspon dengan melumpuhkan ancaman, yang menewaskan 2 tersangka, dua orang lainnya tewas setelah meledakkan diri dengan sabuk bom (bunuh diri)", jelas kementerian Dalam Negeri Saudi melalui sebuah pernyataan resminya, Kamis (5/5) kemarin.

Stasiun TV Al-Arabiya melaporkan bahwa pasukan keamanan mengepung para militan bersenjata itu di daerah selatan kota Wadi Nu'man, menampilkan gambar truk polisi dipasangi senapan mesin di sekitar barikade.

Tidak ada warga sipil atau pasukan keamanan yang terbunuh maupun terluka, menurut kementerian Dalam Negeri.

Sebelumnya, dalam dua hari operasi yang berakhir pada hari Minggu, dua tersangka ISIS juga tewas dan 3 lainnya terluka di provinsi Bisha.

Pemerintah provinsi Mekkah juga mengumumkan keberhasilan operasi keamanan melalui akun Twitter-nya, meneruskan informasi kementerian Dalam Negeri.

Sel teroris Mekkah diyakini terkait dengan jaringan Oqab Al-Otaibi, seorang tersangka yang telah ditangkap baru-baru ini karena terkait dengan ISIS, dan telah melakukan serangan bom bunuh diri ke sebuah masjid yang digunakan oleh pasukan Saudi di Asir, Agustus 2015.

Arab Saudi telah menjadi target serangan bom bunuh diri ISIS, yang selain menyasar tempat ibadah minoritas Syi'ah, juga menyasar masjid tentara.

ISIS memang telah mengkafirkan dan menghalalkan darah seluruh Syi'ah Rafidhah tanpa pandang bulu, dimana hal serupa juga dilakukan pada pemerintah Arab Saudi yang dianggap sebagai "Thoghut" dan "murtad".

Bahkan dalam majalah propaganda Dabiq edisi Januari 2016, ISIS juga mengkafirkan para Ulama Saudi dan imam Masjidil Haram, serta seruan untuk menghabisi mereka. (Reuters/Arabnews/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.