Kerajaan Yordania
Pemerintah Yordania telah memanggil pulang duta besarnya dari Iran untuk berkonsultasi masalah "campur tangan dan gangguan Iran terhadap urusan negara-negara Arab".

Menteri urusan media dan komunikasi yang juga juru bicara pemerintah Yordania, Mohammad Momani, pada hari Senin menyatakan bahwa Amman mengambil langkah ini karena masalah gangguan Iran terhadap "urusan internal negara-negara Arab".

Melalui komentar yang dipublikasikan oleh kantor berita Petra, seperti dikutip Press TV, Momani menyebut bahwa Iran "tidak menanggapi" seruan Yordania agar menghormati kedaulatan negara-negara Arab.

Ini adalah kali kedua Yordania memanggil kembali dubesnya dari Teheran sejak pemutusan hubungan Arab Saudi terhadap Republik Syi'ah pada Januari lalu, pasca serangan Kedutaan Saudi oleh demonstran Syi'ah.

Meskipun belum sampai tahap pemutusan total hubungan diplomatik atau pengusiran paksa dubes Iran dari Amman.

Negara lain yang telah memutus total hubungan diplomatik dengan Iran adalah Arab Saudi, Djibouti, Bahrain, dan Sudan. Sementara negara Teluk lainnya menurunkan tingkat hubungan dengan Iran.

Pekan lalu, Organisasi Konferensi Islam (OKI) dalam pernyataannya juga mengkritik keras Iran sebagai sponsor gerakan teroris dan pengganggu urusan negara lain.

"Konferensi ini menyesalkan upaya campur tangan Iran terhadap urusan internal negara-negara di kawasan (Timur Tengah) dan anggota (OKI) lainnya, seperti Bahrain, Yaman, Suriah, dan Somalia, serta dukungan pada terorisme", jelas OKI dalam sebuah pernyataan pada pertemuan puncak. (Press TV/Arabnews/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.