Yahudi Iran bertemu presiden Syi'ah (foto),
Neturei Karta secara bahasa berarti "Penjaga Kota", merupakan sedikit dari komunitas Yahudi yang menolak keberadaan negara Israel.

Yahudi Neturei Karta termasuk salah satu kelompok di dalam Yahudi Ortodoks. Komunitas resmi Neturei Karta berada di Yerusalem dengan jumlah sebanyak 5000 orang.

Sementara komunitas lain yang secara pemikiran serupa dengan Neturei Karta dalam pandangan mengenai Israel tersebar di banyak tempat, misalnya ada yang di Israel, London, New York, Yaman dan juga Iran.

Kebanyakan anggota Neturei Karta merupakan keturunan imigran Yahudi Hungaria yang lebih awal datang ke Yerusalem pada abad ke-19.

Pada awal abad ke-20, Zionisme berhasil menemukan titik terangnya atas tanah Palestina. Ketika itu wilayah Trans Jordan, Palestina dan sekitarnya jatuh ke tangan Inggris melalui 'British Mandate' Liga Bangsa-Bangsa, setelah Turki Utsmani kalah pada perang dunia I.

Komunitas Neturei Karta lebih dulu ada di sana, mereka menjadi saingan lokal bagi imigran-imigran Yahudi baru dari Eropa.

Bukan hanya persaingan soal kepemilikan tanah, tetapi menjadi rival ideologi sesama Yahudi atas program-program Zionis di tanah Palestina. Mereka juga kurang suka dengan Yahudi pendatang baru yang dianggap banyak berpaham sekuler ala Eropa.

Dalam "fiqih" politik Neturei Karta, kedaulatan Yahudi atas tanah Palestina hanya bisa ditegakkan lagi setelah Messiah (Dajjal?) yang dijanjikan pada mereka muncul.

Messiah itulah yang akan mendirikan negara Yahudi di atas tanah yang dijanjikan. Termasuk dalam mendirikan lagi kuil Solomon yang legendaris, diyakini berada di bawah masjid al-Aqsa.

Adapun sejarah di masa lalu, ketika banyak moyang orang-orang Yahudi terusir dari tanah Palestina (saat kekuasaan Romawi), dikatakan oleh Neturei Karta sebagai bentuk hukuman Tuhan atas konsekuensi dari dosa-dosa Yahudi sendiri.

Bahwa mereka tidak boleh kembali ke tanah Palestina secara besar-besaran atau menguasainya. Melanggar hal ini dianggap sebagai bentuk pengingkaran terhadap keputusan Tuhannya.

Terkecuali sampai suatu saat sang Messias muncul dan menebus semua itu.

Tafsiran serupa banyak dianut oleh banyak komunitas-komunitas Yahudi Ortodoks dunia (misalnya yang ada di Iran), terkecuali Ortodoks Zionis.

Program-program Zionisme dan berdirinya negara Israel adalah termasuk "bid'ah" serta pelanggaran perintah tuhan bagi mereka.

Yahudi-Yahudi anti Zionis inilah yang sering muncul di berita ketika berdemo menentang Israel dan mendukung kemerdekaan bagi Palestina.

Mereka juga sering terlibat permusuhan atau "mentahdzir" keras pada Yahudi pendukung Israel.

Mirip dengan perpecahan dalam sekte Syi'ah 12?
Perselisihan sesama Yahudi antara Zionis vs anti Zionis laksana permusuhan sekte Ushuli vs Akhbari dalam keagamaan Syi'ah Imamiyah 12.

Sekte Ushuli menganggap diri lebih rasional daripada sekte Akhbari yang sangat tekstual terhadap hadits-hadits agama mereka, atau dianggap sebagai tradisionalis (konservatif).

Ulam sekte Ushuli bersifat pragmatis secara politik, sehingga mereka akhirnya berhasil mendirikan negara Syi'ah Iran melalui revolusi Syi'ah yang dilakukan Ruhullah Khomeini pada tahun 1979.

Iran mengklaim sebagai negara representasi sah di masa keghaiban imam Mahdi (nomor 12) versi Syi'ah, yaitu dengan sistem kekuasaan Wilayatul Faqihnyayang kini dikuasai mutlak oleh Ali Khamenei.

Sebaliknya Akhbari berpendapat bahwa revolusi Syi'ah yang diprakarsai oleh Khomeini sebagai bid'ah.

Tidak ada negara Syi'ah, tidak ada wakil pengganti sementara sang Mahdi nomor 12. Tidak ada wujud teokrasi Syi'ah sampai imam hilang tersebut keluar dari persembunyian dan menegakkan kekuasaan politik dan keagamaan Syi'ah atas dunia.

Mereka menolak wilayatu faqih atau sistem ke-Paus-an Syi'ah hasil pemikiran Khomeini. Argumennya sederhana, jika kepemimpinan 'wakil tuhan' ala Khomeini itu sah, di masa hilangnya si Mahdi, lalu siapa si wilayatul faqih (pengganti Mahdi 12) sebelum Khomeini membuat bid'ahnya?

Namun Akhbari sangat kolot politik, sementara Ushuli sejak era dinasti Shafawiyah telah memanfaatkan para pemegang kekuasaan politik, dimana puncaknya adalah revolusi Syi'ah Iran.

Ulama-ulama Syi'ah Rafidhah versi Akhbari dikucilkan dan disingkirkan pengaruhnya oleh penguasa Iran. (Redaksi)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.