Utusan khusus PBB masalah Suriah, Staffan de Mistura (foto),
Jumlah perkiraan kematian di Suriah yang terbaru jauh melebihi data kematian PBB di masa lalu yang baru mencapai 250 ribu orang.

Utusan khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, memperkirakan bahwa sekitar 400.000 orang telah tewas dalam lima tahun perang itu.

Ia menjelaskan bahwa jumlah itu korban terbaru ini didasarkan pada perkiraannya sendiri, bukan statistik resmi PBB.

"Kami memiliki (data kematian PBB) sebanyak 250.000 pada dua tahun lalu. Ya benar, dua tahun lalu adalah dua tahun lalu", kata de Mistura, hari Jum'at lalu.

PBB sebenarnya tidak lagi menghitung jumlah korban karena tidak dapat diaksesnya banyak wilayah, serta data statistik berlawanan yang diberikan pihak pejuang oposisi dan rezim Assad Suriah.

De Mistura mengimbau kepada semua pihak yang terlibat, terutama kekuatan internasional, untuk membantu proses perundingan antara rezim Assad dan kelompok oposisi.

Di saat hampir hancurnya gencatan senjata rapuh yang diprakarsai AS-Rusia sejak akhir Februari, dimana dalam beberapa hari ini pertempuran kembali berkobar di berbagai provinsi.

Sedangkan perundingan terbaru Jenewa, pekan ini telah gagal total, serta masih sulitnya akses bantuan kemanusiaan ke wilayah yang terkepung.

Rezim Assad kembali melancarkan gelombang serangan udara ke berbagai wilayah yang dikuasai oposisi. Sehingga membunuh warga sipil secara massal, menurut data kelompok-kelompok pemantau HAM.

Menurut laporan SOHR, pada hari Sabtu kemarin, serangan udara rezim Assad membunuh sedikitnya 13 orang warga di pinggiran provinsi Damaskus timur.

Serangan udara dan bom Birmil (senjata terlarang) membuat beberapa korban meninggal maupun terluka di daerah Bab al-Tariq, Homs. (Al-Jazeera)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.