Bombardir Turki
Pasukan Turki menyatakan berhasil menghancurkan sebuah peluncur roket milik ISIS di Suriah, di dekat kota perbatasan Kilis.

8 anggota ISIS dilaporkan telah tewas dalam serangan itu, dimana dari lokasi itu sering diluncurkan roket ke arah kota.

Militer Turki juga mengklaim telah menewaskan hampir 900 anggota militan Khawarij ISIS di Suriah. Ratusan anggota ISIS itu tewas oleh serangan udara dan artileri Turki sejak Januari lalu, sebagai respon serangan kelompok itu pada Turki.

Menurut sumber militer, serangan udara mereka telah menewaskan 492 orang teroris, merujuk pada para anggota ISIS di Suriah.

Turki merupakan bagian dari koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) dalam melawan ISIS, serta menjadikan pangkalan udaranya dipakai militer internasional tersebut.

Sementara 370 anggota ISIS lainnya tewas oleh ribuan serangan artileri yang menyasar kantong-kantong kelompok ultra ekstrimis itu di dekat perbatasan.

Namun jumlah klaim Turki tersebut tak bisa diverifikasi secara independen. (Pada perhitungan sebelumnya, Turki klaim tewaskan 362 ISIS)

Secara terpisah, juru bicara kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin, menyatakan bahwa lebih dari 3.300 anggota ISIS telah dideportasi ke negaranya. Pemerintah Turki juga mem-black list 41 ribu warga negara asing.

"Mereka terdiri atas orang-orang yang dicurigai terkait dengan organisasi teroris ISIS", jelas Kalin.

Beberapa bulan terakhir, Turki menggelar penggerebekan di sejumlah lokasi untuk memburu sel militan ISIS yang bersembunyi di wilayahnya.

Kalin menyebut, total 2.770 orang ditahan dalam penggerebekan itu, dengan 1.232 orang di antaranya warga negara asing. Dari jumlah orang yang ditahan tersebut, sebanyak 954 orang diantaranya akan disidangkan.

Turki terus mendapat serangan dari kelompok teroris ISIS, baik bom bunuh diri maupun serangan roket dan mortar dari arah Suriah.

Kota Kilis yang menampung ratusan ribu pengungsi Suriah kerap dihantam roket, dan menyebabkan jatuhnya korban sipil.

Ankara sebenarnya kerap dikritik sengaja membiarkan para calon militan ISIS dari berbagai negara ketika akan menyeberang ke Suriah. Turki dituduh ingin membenturkan ISIS dengan militan Kurdi yang juga dianggap sebagai ancaman.

Namun kini militer Turki telah mengambil peran lebih signifikan dalam memerangi ISIS. (Detik/AFP/Al-Arabiya)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.