Raja Salman dan Erdogan
Setelah sempat dingin pada era Raja Abdullah, hubungan antara Turki dan Arab Saudi telah meningkat pesat hanya dalam setahun belakangan.

Penguatan keeratan kedua negara membuka kemungkinan terbentuknya aliansi kekuatan politik baru yang sangat signifikan dalam mengatasi terorisme dan tantangan regional lainnya.

Sebuah sumber yang dekat dengan Turki Presiden Tayyip Recep Erdogan mengungkapkan kepada koran daily Sabah bahwa seminggu sebelum kematian Raja Abdullah, presiden Erdogan berniat untuk mengunjungi raja. Walaupun pemerintahan Raja Abdullah saat itu kurang suka pada sikap Turki terhadap rezim kudeta Mesir, as-Sisi.

Setelah pengumuman wafatnya Raja Abdullah, Erdogan kemudian hadir dalam acara pemakaman Almarhum, serta mengadakan "pertemuan persaudaraan" dengan Raja Salman yang menggantikannya.

Hubungan kedua negara kemudian makin membaik, terutama dukungan politik Turki atas operasi militer Saudi di Yaman dan kesamaan tujuan kedua negara di Suriah. Bahkan Ankara ikut mengecam Iran karena tindakan campur tangan ilegalnya di negara-negara Arab.

Berdasar sebuah jajak pendapat yang dilakukan Turki Post, 93% dari 9.000 responden memandang aliansi Turki-Saudi untuk menghadapi ancaman asing akan "berguna" dalam menciptakan stabilitas kawasan.

Mengomentari hasil tersebut, politikus Turki menilai bahwa aliansi kedua negara memang sangat penting bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah.

Apalagi jika Liga Arab maupun Organisasi Kerjasama Islam (OKI) kurang bisa berpengaruh. Aliansi juga diperlukan untuk menghadang hegemoni Iran, dan menghadapi Israel dalam pencaplokan ilegal dan peningkatan serangan di kompleks Masjidil Aqsa.

Politikus anonim tersebut menilai Turki dan Arab Saudi bisa dengan baik menempatkan diri sebagai ujung tombak aliansi dalam berbagai isu. Hal ini akan didukung berbagai negara yang menginginkan kebaikan bagi dunia Islam dan Arab.

Menurut pusat studi dan penelitian al-Mesbar yang melakukan publikasi berbagai konten ke Turki, hubungan erat Saudi-Turki meningkat sejak pemerintahan Raja Salman.

Bahkan Kerajaan Saudi baru-baru ini telah mengumumkan jika semua khutbah Jumat di dua Masjid suci juga akan diterjemahkan ke dalam bahasa Turki, terjadi pertama kalinya sejak berdirinya negara Saudi, jelas lembaga tersebut. (Arabnews)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.