Mantan diktator Ali Abdullah Saleh /(foto),
Republik Turki telah membekukan aset mantan diktator Yaman, Ali Abdullah Saleh, dan empat orang mantan pejabat senior Yaman lain. Putusan yang diumumkan hari Kamis (21/4) ini sesuai dengan isi resolusi Dewan Keamanan PBB.

Keputusan mulai berlaku setelah diterbitkan dan menunggu persetujuan dari Dewan Menteri.

Nama-nama lain yang masuk black list adalah putra Abdullah Saleh, Ahmed Ali Saleh, juga Abdullah Yahya al-Hakim, Abd al-Khaliq al-Houthi, dan Abdulmalik al-Houthi. Semua aset mereka yang berada di Turki akan dibekukan.

Dewan Keamanan PBB pada 24 Februari memperbarui sanksi terhadap mantan-mantan pejabat Yaman karena dianggap dapat mengancam proses perdamaian di negara itu.

Yaman jatuh dalam kekacauan sejak September 2014, setelah Houthi dan sekutunya menyerbu ibukota Yaman, Sana'a, lalu menawan pemerintah presiden Mansour Hadi. Hadi akhirnya berhasil kabur ke kota Aden dan meminta bantuan negara-negara Arab.

Keberhasilan pemberontak Syi'ah Houthi tak lepas dari bantuan Abdullah Saleh yang memiliki loyalis kuat di dalam tubuh militer Yaman saat itu.

Selama berkuasa lebih dari 3 dekade (termasuk sebelum penyatuan Yaman), rezim pimpinan Abdullah Saleh yang menganut sekte Zaidiyah ini diduga telah meraup kekayaan yang sangat besar dari negara termiskin di Jazirah Arab itu. (Anadolu Agency/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.