Wilayah Afghanistan
Pertempuran sengit meletus pada awal pekan ini antara kelompok Islamis Taliban melawan pemerintah Afghanistan di enam distrik dan dekat ibukota di provinsi Kunduz, wilayah penting dekat perbatasan Tajikistan.

Tahun lalu, Taliban berhasil merebut wilayah ini dan menguasainya selama beberapa hari sebelum diambil lagi oleh pasukan keamanan pemerintah yang didukung Barat.

Taliban mengatakan pada hari Munggu bahwa pejuangnya telah mengepung Kunduz dari tiga arah, yaitu timur, utara dan barat, serta membuat kemajuan yang signifikan dalam upaya merebut kembali wilayah itu.

"Kami memperoleh kemahuan di distrik Khanabad dan Imam-Saheb, serta menawan 55 pasukan keamanan pemerintah", jelas Mullah Hamidi, seorang anggota Taliban, kepada Al Jazeera.

Sebaliknya, pemerintah Afghanistan mengklaim jika tentaranya telah memukul balik serangan terbaru Taliban dan terus meraih keuntungan dalam pertempuran sengit di seluruh provinsi itu.

Dalam siaran pers, kementerian dalam negeri mengumumkan bahwa sebanyak 54 pejuang Taliban, termasuk seorang komandan lokal bernama Qhari Habib, telah terbunuh dalam pertempuran.

"Musuh telah menderita kerugian besar, pasukan kami maju ke arah distrik Dashti-Archi, Imam-Saheb dan Khan Abad", klaim Jenderal Dawlat Waziri, juru bicara kementerian pertahanan Afghanistan, pada hari Minggu.

"Hari ini, 38 Taliban tewas dan 13 lainnya luka-luka, diantara yang terbunuh adalah Mullah Mubashr, seorang komandan lapangan Taliban", lanjutnya.

Foto puluhan mayat dengan luka tembakan beredar di media sosial Afghanistan pada hari Minggu, dengan keterangan menyebut mereka sebagai anggota Taliban.

Tetapi klaim-klaim sepihak tersebut tidak dapat diverifikasi dari sumber independen.

Kota Kunduz sempat jatuh ke tangan Taliban di September 2015, namun direbut kembali oleh pasukan pemerintah beberapa waktu setelahnya.

Pertempuran lain pecah di distrik Qushtifa provinsi Jowzhan, dimana Taliban juga mengklaim kemajuan, meskipun kabar tersebut juga tidak dapat diverifikasi secara independen.

Pekan lalu, Taliban mengumumkan akan "melancarkan operasi besar di musim semi", untuk menyerang target-target pemerintah. Operasi tersebut diberi nama "Operasi Omari" (dinamai dengan nama pendiri Taliban, Mullah Mohammad Omar).

Taliban sempat berkuasa antara tahun 1996 hingga tahun 2001, setelah berhasil menaklukkan Afghanistan pasca perang melawan Soviet. Pemerintahan ini menerapkan hukum Islam yang sangat ketat.

Namun kekuasaan kelompok tersebut dijungkalkan dan mundur dari kota-kota besar oleh invasi Amerika dengan dalih "memburu Osama bin Laden yang dilindungi Taliban". (Al-Jazeera/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.