Stasiun TV al-Manar
Perusahaan pemilik satelit Mesir, NileSat, telah menghentikan penyiaran stasiun TV yang dikendalikan oleh teroris Hezbollah, al-Manar TV, dari saluran satelitnya.

Kelompok teroris Lebanon yang didukung republik Syi'ah Iran ini mengecam putusan dan menyebutnya sebagai bagian dari serangan Arab.

"Hal ini benar-benar sejalan dengan serangan yang dilakukan oleh beberapa rezim Arab kepada gerakan perlawanan (Hezbollah) di semua sektor, termasuk media", ujar sebuah pernyataan kelompok yang masuk daftar teroris berbagai negara itu.

Boikot Arab Saudi terhadap Lebanon dan Hezbollah telah muncul sejak bulan Februari. Riyadh marah atas sikap Lebanon yang tidak mendukung Saudi dalam ketegangan dengan Iran.

Saudi juga menganggap kelompok teroris Hezbollah terlalu berpengaruh di Lebanon. Sementara pemerintah Lebanon dinilai cenderung pro kelompok tersebut, dalam koalisi politik yang terbentuk.

Arab Saudi menghukum Beirut dengan menghentikan bantuan militer dan keamanan senilai USD 4 miliar karena pemerintah Lebanon tidak ikut menentang Iran pasca penyerangan kedutaan Saudi di Teheran oleh demonstran Syi'ah.

Hal tersebut kemudian diikuti oleh pemberlakuan travel warning oleh Riyadh dan beberapa negara Arab bagi warga mereka yang akan ke Lebanon.

Sedangkan terhadap Hezbollah, negara-negara Arab telah memasukkan kelompok tersebut dalam daftar organisasi teroris yang di-black list.

Negara-negara Arab lain, seperti Kuwait dan Bahrain, telah mengusir sejumlah warga negara Lebanon karena berkaitan dengan teroris Hezbollah. Ancaman hukuman juga diberikan bagi warga negara yang mendukung kelompok teroris.

Mesir sendiri secara politik adalah sekutu Arab Saudi yang menerima bantuan militer miliaran Dollar tiap tahun. Pemerintah Kairo di bawah rezim As-Sisi yang menggulingkan pemerintahan kelompok Islamis pada 2013, dalam berbagai kepentingan mengikuti kemauan Arab Saudi.

NileSat menghentikan siaran satelit TV al-Manar pada hari Selasa (5/4), namun saluran ini masih dapat diterima di Lebanon melalui alat penyiaran lainnya.

Seorang pejabat anonim perusahaan NileSat kepada Reuters, tidak menjelaskan langsung alasan untuk pemutusan, tetapi menyatakan bahwa perusahaan melarang penggunaan satelit untuk menyiarkan program-program "yang menyerukan kekerasan, rasisme ataupun hasutan sektarian".

Al-Manar dalam siarannya mengkritik keputusan NileSat yang dianggap mengada-ada. (Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.