Anggota ISIS
Dikutip dari akun Facebook pribadi dr. Henri Perwira Negara, relawan medis dari Indonesia yang pernah bertugas setahun membantu rakyat Suriah melalui lembaga MMS:

Dialog dengan Khawarij (Edisi Kesaksian])

Jika dulu 'Abdullah bin 'Abbas radhiyallahu 'anhuma pernah berdialog dengan kaum Khawarij, maka saya pun pernah berdialog dengan salah satu dari mereka.

Ini terjadi ketika saya bertugas di Aleppo (Halab) awal 2014. Saya pergi ke pasar dengan berjalan kaki dengan seorang pria bernama Waliyuddin, pemuda dari Polandia yang sempat tinggal di Norwegia sebelum tiba di Suriah. Pria ini masuk Islam setelah mendapat hidayah dari Allah, namun sayangnya dia menggali ilmu Islam hanya dari internet, suatu kebodohan yang banyak terjadi.

Sekembali dari pasar, kami melewati pos penjagaan Jaisyul Hurr/FSA dan saya menyampaikan salam kepada mereka (FSA). Tapi Waliyuddin ini malah menganggap heran perbuatan saya tersebut.

"Abdul Hadi (nama saya di Aleppo, pemberian dari salah satu tokoh Suriah), why you give them salam (Mengapa kamu memberi mereka salam)?", tanyanya.

"Because they are Moslem (Karena mereka juga Muslim)." jawaban saya.

"No, they are not Moslem (Salah, mereka bukanlah Muslim)." sanggahnya.

"Why (Mengapa)?" tanya saya

"Because they want democracy, they fight for democracy, they didn't salat, they are smoker, they drunk alcohol. They are murtadeen (Karena menginginkan demokrasi, mereka berjuang untuk demokrasi, mereka tidak shalat, mereka pemabuk. Mereka adalah orang-orang murtad)." jawabnya.

"Are you sure what you say? (Apa kau yakin dengan yang kau tuduhkan?)", saya mencoba konfirmasi

"Yes, I am sure (Ya, saya yakin)." yakin nya.

"It's takfeer, Yaa Akhy. It's forbidden for us. Only 'Ulama can do that after they fill the requirements (Itu vonis kafir, ya akhi. Hal terlarang bagi kita. Hanya Ulama yang boleh melakukannya setelah melalui syarat-syarat tertentu)", saya coba jelaskan

"I have fatwa from 'Ulama in Daulah (Daulah khawarij) about they heathendom (Saya ikuti fatwa ulama ISIS tentang kekafiran mereka)." sanggahnya lagi

"Who are they? (Siapa ulama ISIS itu?)" selidik saya

"I forgot (Saya lupa)." kilahnya.

"Have they done iqomatul hujjah to Jaisyul Hurr/FSA? (Apakah mereka sudah menegakkan hujjah -tuduhan kekafiran- pada FSA?)", selidik saya lagi.

"I don't know. And I will kill them when I with Daulah attack Aleppo (Saya tidak tahu. Pokoknya saya akan bunuh mereka ketika ISIS menyerang Aleppo)." jawabnya.

"What? Are you sure about that? (Apa? Apa kau yakin dengan itu?)" konfirmasi lagi

"Yes, of course (Tentu saja)." jawabnya berapi-api.

"اِنَّا لِلّٰهِ وَ اِنَّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ. That's bad idea. Please, don't do that (Innalillahi, itu pikiran yang buruk. Tolonglah, jangan lakukan itu)." pinta saya

"No, it's jihad (Tidak, itulah jihad)." sanggahnya lagi.

"Okay, that's from you not from Al-Qur'an and as-Sunnah (OK, tapi itu menurutmu, bukan menurut Qur'an dan Sunnah)", sanggah saya

Dan akhirnya dialog kami berhenti karena tiba di markas dan disambut oleh saudara-saudara kami, para Mujahidin.

Perhatikan kebodohan kaum Khawarij ini, mengkafirkan Muslim lain yang bukan merupakan haknya Sebagaimana orang-orang menetapkan diagnosis penyakit yang merupakan hak khusus para dokter.

Tidak mudah dalam menetapkan diagnosis karena diperlukan beberapa usaha, seperti wawancara, pemeriksaan badan dan penunjang. Begitu pula dalam menetapkan seorang muslim murtad/kafir, diperlukan beberapa usaha bukan hanya berdasarkan pengamatan.

Maka cukuplah ini sebagai kesaksian saya tentang betapa bodohnya kaum Khawarij dalam perkara agama walaupun dalam perkara dunia mereka tidak sebodoh dalam perkara agama. Ciri-ciri ini berlaku di setiap tempat dan zaman.

----------------------------------------------------

Risalah:
Salah satu metode takfir ISIS adalah dengan menuduh sepihak sesuatu yang belum tentu dilakukan kepada kelompok lainnya untuk tujuan mengkafirkan mereka, atau dengan melebih-lebihkan suatu kesalahan sehingga menjadi alasan untuk mengkafirkan.

Bagi ISIS, semua pintu yang tidak disetujuinya adalah pintu kekafiran. Realisasi paling ghuluw/ekstrim dari ideologi kelompok ini adalah mengkafirkan umat Islam yang tidak mau tunduk berbai'at pada Abu Bakar al-Baghdadi.

Tidak seperti hukum Islam seharusnya, setelah menuduh secara sepihak ISIS tidak mengenal uzur Jahil ataupun menegakkan hujjah agar orang keluar dari kekufuran seperti yang dituduhkan (jika benar). Melainkan dengan langsung eksekusi mati karena tuduhan "murtad".
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.