Dewan Kerjasama Teluk (GCC) ingin bersihkan Hezbollah dari negaranya
Ekspatriat asal Lebanon mengaku merasakan kekhawatiran setelah negara-negara Teluk mengusir puluhan orang Lebanon karena dituduh memiliki hubungan dengan teroris Hezbollah.

Ahmed, seorang pekerja Lebanon yang tinggal di Uni Emirat Arab, ditutup halaman Facebook-nya dan mulai menghindari beberapa rekannya.

Tujuan Ahmed adalah untuk memutus hubungan dengan orang yang terkait dengan Hezbollah karena negara-negara Teluk mengumumkan organisasi Syi'ah itu sebagai kelompok teroris dan mengancam hukuman yang berhubungan dengannya.

Kekhawatiran serupa melanda banyak pekerja Lebanon yang berada di kawasan Teluk setelah pengumuman GCC dan terjadinya deportasi banyak warga asing karena terkait teroris Hezbollah.

GCC ingin menghukum Hezbollah yang merupakan representasi politik Iran dan militan Syi'ah di negara Lebanon.

Dilaporkan lebih dari 100 warga Lebanon yang telah diusir dari Uni Emirat Arab, Kuwait dan Bahrain hanya dalam 2 bulan belakangan.

Jumlah tersebut memang relatif masih sedikit dari keseluruhan pekerja Lebanon yang mencapai 40 ribu orang dan menyumbang devisa hingga USD 2,5 miliar per tahun. Namun kekhawatiran deportasi dan izin tinggal tidak diperpanjang telah meluas.

Pemerintah Lebanon sendiri terus mencermati perkembangan kasus ini. Sementara tekanan Arab terhadap Lebanon agar menghentikan penguatan pengaruh Hezbollah dan Iran di negeri itu makin jelas dalam beberapa bulan ini.

Pengawasan negara-negara Teluk pada warga Lebanon sebenarnya tak hanya menyasar penganut Syi'ah, namun menyangkut dukungan atau kegiatan politik.

Para pengamat percaya bahwa keputusan GCC memboikot Hezbollah adalah untuk "mencekik" kemampuan finansial dan dukungan pada kelompok teroris itu. Kelompok teroris ini sebenarnya telah disanksi oleh GCC saat melibatkan diri dalam perang Suriah untuk membantu rezim Assad.

Sebelum putusan GCC, Arab Saudi sudah lebih dulu mem-black list 4 perusahaan dan tiga warga Lebanon karena memiliki hubungan dengan Hezbollah.

GCC menilai militan Syi'ah Hezbollah telah melakukan tindakan memusuhi dan provokasi mengancam pada negara-negara Teluk, termasuk dengan merekrut para pemuda (Syi'ah) untuk menjadi militan atau teroris. (Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.