Pasukan Yaman yang didukung oleh pengeboman udara negara-negara Arab telah merebut kembali ibu kota sebuah provinsi Hadramaut di wilayah tenggara yang dikuasai oleh al-Qaeda Yaman (AQAP) sejak setahun lalu.

"Kami memasuki pusat kota (dari Mukalla) dan tidak ada perlawanan dari militan al-Qaeda yang menarik diri dari Barat", dari provinsi Hadramaut dan Shabwa, kata petugas militer kepada AFP.

Menurut keterangan penduduk, pasukan Yaman dan Saudi, yang didukung oleh Uni Emirat Arab (UEA), pada Minggu (24/4) menyerbu Mukalla.

"Rombongan kendaraan berlapis baja dan tentara memasuki Mukalla dan pasukan al-Qaeda pergi," kata seorang warga yang menolak disebut identitasnya.

Pada hari Sabtu, pasukan pemerintah melakukan serangan ke kota Zinjibar, provinsi Abyan. Puluhan anggota AQAP tertangkap, sementara yang terluka dirawat di rumah sakit pemerintah.

Sementara serangan udara koalisi Arab pada hari Minggu ke Mukalla membunuh sekitar 30 anggota AQAP.

Mukalla merupakan ibukota provinsi dan kota transit jalur perdagangan, telah menjadi basis AQAP yang berhasil menguasai kota karena memanfaatkan longgarnya kontrol pemerintah Aden yang memerangi pemberontak Syi'ah Houthi.

Serangan udara menghancurkan fasilitas-fasilitas yang digunakan AQAP, seperti markas maupun gedung mahkamah syari'ah yang digunakan oleh kelompok tersebut.

AQAP berupaya membentuk miniatur negara Islam versi al-Qaeda di dalam negara Yaman. Kelompok ini juga mendekati para pemimpin suku Yaman, juga berupaya merebut dukungan masyarakat setempat untuk menguatkan al-Qaeda.

Bahkan melalui perantara pemimpin suku, AQAP dikabarkan bersedia "berkompromi" soal pengelolaan pelabuhan Mukalla dengan pemerintah Yaman, dengan izin resmi ekspor komoditas minyak melalui pelabuhan.

Namun hal tersebut sulit tercapai karena al-Qaeda dan cabangnya masuk dalam daftar kelompok teroris internasional.

Serangan ke wilayah AQAP terjadi di tengah gencatan senjata dan upaya perundingan dengan Houthi. Pemerintah Yaman dikabarkan akan menggelar pertemuan dengan Iran sebagai mendukung militan Houthi, di Kuwait.

Perundingan ini mencoba untuk mencari solusi politik sesuai resolusi PBB untuk mengakhiri perang dan pendudukan pemberontak Syi'ah di berbagai wilayah. (CNN Indonesia/Reuters/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.