Seminar Internasional Gerakan Syi'ah dan Dampaknya Terhadap Dunia Islam 2016 (foto),
Setiap individu harus membatasi diri sendiri dari terpengaruh dengan penyebaran ajaran Syi'ah. Demikian disampaikan Wakil Menteri di Departemen Perdana Menteri, Datuk Asyraf Wajdi Dusuki.

Menurutnya, meskipun fatwa larangan Syi'ah sudah dikeluarkan, penyebarannya masih sulit diblokir karena adaya keterbukaan di internet.

“Pemantauan serta penegakan kementerian terkait terhadap bahan bacaan berunsur Syi'ah juga tidak pernah berkurang. Kementerian Dalam Negeri (KDN) selalu mengontrol masuknya buku-buku yang dapat mendistorsi meskipun mendapat kritik dengan alasan melanggar kebijakan hak asasi”, ujar Asyraf Wajdi Dusuki pada konferensi pers setelah membuka ‘Seminar Internasional Gerakan Syiah dan Dampaknya Terhadap Dunia Islam 2016” (SGS16) di Malaysia Kamis pekan lalu (21/04).

Menurut Asyraf, Malaysia sangat tegas sikapnya pada aliran Syi'ah yang dinilainya sesat. Namun hal itu, tidak hanya tugas pemerintah. Perlu dukungan rakyat.

“Kita harus berpegang kepada konstitusi. Agenda menangani penyebaran ajaran sesat ini sudah lama kita laksanakan", ujarnya.

“Agenda menangani ajaran Syiah juga tidak dapat ditempatkan ke bahu pemerintah semata-mata”, katanya pada seminar yang diselenggarakan ACCIN, IKRAM dan Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) ini.

Karena itu ia menganjurkan organisasi keulamaan dan Ormas Islam, seperti: IKRAM, Departemen Studi Al-Qur'an dan Sunnah, Fakultas Studi Islam, Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) dan gabungan Organisasi-Organisasi Islam Non Pemerintah (ACCIN) turut terlibat.

Meski demikian,  Asyraf mengatakan, pemerintah tidak akan menghalangi masuknya pelajar yang ditemukan mengamalkan ajaran Syi'ah selagi tidak ada unsur penyebaran ajaran yang dilarang di Malaysia itu.

Menurutnya, paham Syi'ah dilarang karena ajarannya menyimpang dari ajaran Islam serta dapat menimbulkan bahaya dan perpecahan umat Islam.

Dikutip Astroawani, ada 22 elemen yang diidentifikasi terkandung paham Syi'ah di Malaysia. Di antaranya, ajaran yang percaya munculnya Muhammad bin Hassan al-Aksari sebagai Imam Mahdi bersama kelompok orang yang telah mati untuk memberi keadilan; mempercayai hanya Sayidina Ali saja yang menghimpun Al-Qur'an dengan sempurna dan menyamakan taraf Sayidina Ali dengan Allah. (Hidayatullah)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.