Warga sipil dan pejuang mendekati puing pasawat
Kelompok pejuang oposisi Suriah kembali berhasil menembak jatuh sebuah pesawat tempur militer rezim Suriah pada hari Selasa, di wilayah selatan kota Aleppo.

Menjadi pesawat kedua yang hancur dalam waktu kurang dari sebulan belakangan. Media pro oposisi mengidentifikasi pesawat kali ini sebagai Su-22, tipe bom darat tua buatan Rusia/Soviet.

Sementara pilot dilaporkan berhasil ditangkap di dekat lokasi pertempuran sengit di front Aleppo selatan.

Berdasar sebuah video yang beredar, pilot pesawat itu dihakimi oleh massa yang marah, membuatnya babak belur. Lembaga pemantau HAM, Syrian Observatory for Human Rights, melaporkan bahwa pilot tersebut telah ditawan oleh kelompok Jabhah Nushrah.

Rezim tengah melakukan pengeboman besar-besaran ke desa-desa di provinsi Aleppo yang beberapa hari belakangan jatuh ke tangan oposisi dan sekutunya (Jabhah Nushrah). Seperti dataran tinggi Tal Eis di selatan kota Aleppo.

Menurut keterangan pihak militer rezim Assad, jet tempur milik mereka ditembak jatuh saat sedang dalam misi pengintaian dengan rudal anti-pesawat, seperti senjata yang menjatuhkan sebuah pesawat MiG 21 pada pertengahan Maret lalu.

Namun oposisi membantahnya dan menganggap rezim membuat klaim mengada-ada. Oposisi mengatakan bahwa pesawat tersebut jatuh setelah diberondong senjata anti-pesawat ataupun altileri biasa.

Oposisi berulang kali meminta diberikan rudal anti serangan udara kepada negara-negara Sunni dan Barat yang mendukung mereka untuk menghadapi serangan udara Assad dan Rusia.

Namun realisasi tersebut jauh dari titik terang karena produsen khawatir senjata buatannya akan jatuh ke tangan kelompok "garis keras". (Reuters/Syrian Revolution Network)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.