Pemimpin negara OKI
Organisasi Konferensi Islam (OKI) mengkritik republik Syi'ah Iran sebagai pendukung terorisme dan turut campur urusan internal beberapa negara, seperti Bahrain, Suriah dan Yaman.

Para pemimpin negara-negara berpenduduk Muslim menghadiri pertemuan puncak yang membahas berbagai isu-isu dunia Islam, termasuk krisis kemanusiaan dalam perang Suriah.

"Konferensi ini menyesalkan upaya campur tangan Iran terhadap urusan internal negara-negara di kawasan (Timur Tengah) dan anggota (OKI) lainnya, seperti Bahrain, Yaman, Suriah, dan Somalia, serta dukungan pada terorisme", jelas OKI dalam sebuah pernyataan pada pertemuan puncak.

Iran dikenal sebagai pendukung kelompok teroris Syi'ah di Lebanon, Hezbollah. Dan merupakan sekutu diktator Suriah, Basyar al-Assad, serta kelompok pemberontak Syi'ah Yaman, Houthi.

Beberapa gangguan keamanan, gejolak politik, serta kebencian sektarian yang dihadapi negara-negara Teluk, disebut terjadi karena pengaruh Iran pada minoritas Syi'ah.

Selain kritik pada ulah Iran sebagai motor perang proksi di kawasan, OKI juga memberi kecaman keras bagi kelompok ektrimis Daesh/ISIS, yang melakukan berbagai tindakan kriminal, termasuk penggunaan gas kimia.

Sementara Presiden Turki, Tayyip Recep Erdogan, yang memimpin sesi akhir pertemuan puncak OKI, mengungkapkan keprihatinannya akan fakta bahwa negeri-negeri Muslim sebagai "pewaris sebuah peradaban yang dibangun dengan pondasi perdamaian dan keadilan", kini justru sedang bergulat dalam masalah perang, konflik bersenjata, sektarianisme dan terorisme.

OKI berjanji akan meningkatkan kerjasama dalam upaya perang melawan terorisme. (Arabnews/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.