Korban serangan (foto),
Korban meninggal dunia akibat serangan udara di rumah sakit lapangan dan sekitarnya di Aleppo, Suriah, diperkirakan telah mencapai 50 orang.

Seperti dikutip dari CNN, rumah sakit lapangan Al-Quds di wilayah yang dikuasai oposisi di Aleppo dihantam serangan udara pada Rabu waktu setempat.

Menurut Twitter lembaga Dokter Lintas Batas (MSF), yang mengoperasikan rumah sakit itu bersama dengan Palang Merah Internasional, korban jiwa mencapai 14 orang.

Diantaranya adalah 3 dokter, termasuk satu-satunya dokter anak tersisa di kota itu, dua suster, satu penjaga dan satu staf teknis, sisanya belum teridentifikasi namun diduga korban anak-anak.

Pablo Marco, salah satu staf operasional MSF, menyatakan bahwa 50 orang meninggal akibat serangan udara tersebut.

Kelompok pertahanan sipil, Helm Putih, menyebut bahwa jumlah korban meninggal akibat serangan mencapai 30 orang termasuk diantaranya adalah para staf medis.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengecam serangan itu dan menuding pemerintah Suriah yang telah melakukannya. Menurut Kerry, serangan ke fasilitas medis telah beberapa kali dilakukan oleh rezim Basyar al-Assad.

"Ini sepertinya adalah serangan yang sengaja diarahkan ke fasilitas medis dan sesuai dengan riwayat serangan rezim Assad ke fasilitas-fasilitas seperti itu. Serangan semacam ini telah menewaskan ratusan warga Suriah yang tidak berdosa", kata Kerry.

Kantor berita Suriah SANA mengungkapkan pernyataan rezim yang membantah bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Bantahan yang sama disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Rusia, dengan mengatakan tidak melakukan serangan udara itu. Militer Suriah yang dibantu oleh Rusia selama beberapa bulan terakhir memang menyatakan ingin merebut kembali kota Aleppo.

Pejabat militer AS kepada CNN juga menyampaikan bantahan yang sama. Ia menyatakan jet tempur AS tidak beroperasi di wilayah rumah sakit itu, dan serangan terdekat koalisi penggempur ISIS adalah 20 kilometer arah utara Aleppo.

Bom Birmil (barrel)
Marco mengatakan kepada CNN bahwa ada dua bom barrel yang menghantam bangunan dekat rumah sakit. Korban terluka langsung berlarian ke rumah sakit, beberapa kerabat menggotong anggota keluarga mereka.

Lalu saat kekacauan terjadi, bom barrel ketiga dijatuhkan di gerbang rumah sakit, menyebabkan korban tewas semakin banyak berjatuhan. Bom barrel adalah sebuah drum berisikan bahan peledak lalu dijatuhkan secara bebas, biasa digunakan oleh pasukan rezim Suriah.

"Kami tidak yakin siapa yang bertanggung jawab atas serangan ini. Yang kami tahu adalah pemerintah Suriah biasanya menggunakan bom barel seperti ini", kata Marco.

Beberapa bagian rumah sakit terpenting di Aleppo itu hancur berkeping-keping. Rumah sakit dengan 34 tempat tidur pasien itu memiliki delapan dokter dan 28 perawat. Rumah sakit itu dilengkapi ruang gawat darurat, ICU dan ruang operasi.

Utusan khusus PBB untuk Suriah, Staffan den Mistura, mengatakan serangan ini merusak gencatan senjata yang telah berlangsung. Mistura mengimbau AS dan Rusia berusaha menjaga perundingan damai yang rawan gagal.

"Kita harus segera memperbaikinya. Dalam 48 jam terakhir, rata-rata ada satu orang Suriah yang tewas setiap 25 menit, seorang Suriah yang terluka setiap 13 menit", kata Mistura.

Sebanyak 148 warga sipil terbunuh dalam sepekan ini di Aleppo. Sebagian besar mereka berada di daerah yang dikontrol oposisi. (CNN/CNN Indonesia)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.