Simpatisan teroris Hezbollah
Parlemen Arab yang berafiliasi dengan Liga Arab telah memutuskan untuk memasukkan kelompok Syi'ah Hezbollah dalam daftar teroris.

Seperti dimuat kantor berita resmi Kuwait KUNA, ketua Parlemen Arab, Ahmed al-Jarwan, mengutuk aktivitas Hezbollah yang berupaya merusak keamanan banyak negara di kawasan itu, daripada menghadapi Israel seperti yang selama ini dicitrakan oleh kelompok teroris tersebut.

"Kami berharap Hezbollah (benar-benar) mengarahkan senjatanya di Israel", kritik al-Jarwan.

"Setelah membahas beberapa aspek hukum terkait masalah keamanan selama berlangsungnya sidang keempat parlemen di markas Liga Arab, terkhusus menurut perwakilan dari Kuwait dan Bahrain, (maka) Parlemen Arab telah memutuskan untuk menganggap Hezbollah sebagai kelompok teroris", lanjutnya.

Selain dinyatakan sebagai organisasi teroris, parlemen Arab mengecam keras berbagai gangguan yang dilakukan oleh Hezbollah.

Menurut al-Jarwan, parlemen juga mengutuk gangguan Iran dan Hezbollah terhadap urusan dalam negeri negara-negara Arab. Dan menekankan penolakan setiap campur tangan asing yang bisa merusak stabilitas maupun keamanan wilayah Arab.

Sedangkan Liga Arab sendiri telah melabeli kelompok militan ini sebagai teroris sejak Maret lalu, dimana secara terpisah negara-negara Teluk telah mengambil putusan serupa beberapa waktu sebelumnya.

Pada hari Jum'at, Organisasi Konferensi Islam (OKI) ikut mengutuk Hezbollah atas tuduhan "aktivitas terorisme di Suriah, Bahrain, Kuwait dan Yaman, serta dukungan pada gerakan atau kelompok-kelompok teroris lain yang merusak keamanan dan stabilitas negara anggota OKI".

Beberapa negara Teluk, seperti Kuwait dan Bahrain, sejak Maret lalu bahkan telah mengusir warga Lebanon yang disebut sebagai simpatisan atau pendukung kelompok teroris Syi'ah Lebanon.

Di Barat, Amerika Serikat, Kanada dan Australia telah memasukkan Hezbollah dalam daftar hitam teroris, sedangkan Uni Eropa hanya mem-black list sayap militernya.

Hezbollah adalah sebuah paramiliter warisan perang sipil Lebanon. Kelompok ini berideologi sektarianisme Syi'ah Imamiyah dan terhubung secara spiritual-politik dengan Iran. (Orient-news/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.