Ilustrasi militan Syi'ah Yaman
Pasukan pemerintah Yaman di bawah Presiden Yaman Abdu Rabbo Mansour Hadi, pada hari Senin (11/4) menuduh militan Syi'ah Houthi dan sekutunya langsung melanggar kesepakatan gencatan senjata yang baru berlaku pada beberapa jam sebelumnya.

Dugaan pelanggaran gencatan senjata dilaporkan terjadi di provinsi Al-Jawf, Yaman utara, dan dekat Taiz, Yaman tengah.

Gencatan senjata ini diberlakukan sejak tengah malam hari Minggu (10/4), atau seminggu sebelum dimulainya agenda perundingan damai di Kuwait yang didukung PBB.

"Houthi dan sekutunya loyalis Saleh (mantan diktator Ali Abdullah Saleh), melanggar gencatan senjata di beberapa bagian provinsi, termasuk al-Matun, al-Ghayl dan al-Maslub", jelas Mubarak al-Abadi, seorang aktivuis pro pemerintah di wilayah al-Jawf, kepada Anadolu Agency.

"Houthi dan loyalis Saleh menembakkan beberapa rudal ke posisi (pasukan pro pemerintah) di provinsi al-Jawf, membuat setidaknya satu orang meninggal", katanya.

Sedangkan di wilayah provinsi Taiz, menurut sumber pro pemerintah Mansour Hadi, Houthi dan sekutunya telah meluncurkan beberapa serangan mortir ke daerah pemukiman di ibukota provinsi.

Mortir pemberontak Syi'ah itu disebut telah membunuh dua warga sipil dan melukai beberapa orang lainnya.

Kantor berita Anadolu Agency belum bisa memverifikasi secara independen tentang pelanggaran gencatan senjata yang dituduhkan pemerintah. (Anadolu Agency)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.