Aparat keamanan Bahrain hadapi perusuh Syi'ah di tahun 2011 (NBC)
Menteri Luar Negeri Bahrain mengatakan pada hari Jum'at bahwa negara-negara Arab secara serius siap menghadapi Iran atas kebijakan luar negerinya.

Syeikh Khalid bin Ahmed al-Khalifa juga mengecilkan perbedaan dengan Amerika Serikat, dimana presiden Barack Obama pada bulan lalu sempat menyerukan agar Arab Saudi dan Iran menemukan "cara tepat dalam bertetangga".

Menurutnya, hubungan Bahrain dan Amerika akan tetap kuat di tengah perbedaan tersebut. Dan menganggap hal seperti itu tidak akan berpengaruh dalam kebijakan antar negara.

Bahrain memutus hubungan diplomatik dengan Iran pada bulan Januari, hanya sehari setelah Arab Saudi melakukan hal serupa terhadap republik Syi'ah, pasca penyerangan misi diplomatik Saudi oleh massa Syi'ah yang marah atas eksekusi mati seorang tokoh Syi'ah di Saudi dengan dakwaan terorisme.

"Kami memberi pesan kepada Iran dan semua pendukungnya. Kami sekarang serius menghadapi (gangguan) itu dan kami tidak akan ragu untuk membela rakyat, negara, kepentingan dan saudara-saudara kami di kawasan ini, karena hal tersebut sangat penting bagi kami", tegas Syeikh Khalid dalam sebuah wawancara dengan stasiun al-Arabiya, seperti dikutip oleh Reuters.
Pemerintah Bahrain sejak lama menuduh Iran bertanggung jawab telah mengobarkan kerusuhan di negara pulau itu pada massa Arab Spring. Ketika demonstran Syi'ah ingin meruntuhkan kerajaan Bahrain.

Teheran juga dituduh telah memasok senjata bagi militan Syi'ah yang melakukan serangan teror bom terhadap aparat keamanan. Meski Iran terus membantah atas tuduhan tersebut.

Namun Syeikh Khalid menyatakan bahwa Bahrain dan negara-negara Arab lainnya siap membuka "lembaran baru" dalam hubungan dengan Iran, asalkan republik Syi'ah tersebut mengubah kebijakannya.

"Langkah terpenting adalah Iran harus benar-benar mengubah kebijakan luar negerinya terhadap negara-negara di kawasan ini", jelasnya memberi syarat.

Syarat lain adalah Iran harus mencabut dukungannya kepada organisasi teroris Hezbollah di Lebanon dan militan lainnya. (Reuters/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.